Cara Menghilangkan Panu di Wajah
Gaya Hidup

10 Cara Menghilangkan Panu di Wajah dengan Efektif

Cara Menghilangkan Panu di Wajah – Panu di wajah seringkali menjadi masalah yang mengganggu, terutama karena dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Panu, atau yang lebih dikenal dengan istilah tinea versicolor, merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur tersebut biasanya hidup di permukaan kulit sebagai bagian dari mikrobiota normal yang melindungi tubuh dari infeksi atau patogen lain. Namun, dalam kondisi tertentu, jamur tersebut dapat tumbuh secara berlebihan dan menyebabkan perubahan warna pada kulit.

Penyebab Panu di Wajah

Beberapa faktor yang dapat memicu pertumbuhan jamur penyebab panu di wajah antara lain:

  • Cuaca panas dan lembap.
  • Keringat berlebih.
  • Kulit yang berminyak.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Perubahan hormon.

Gejala panu di wajah umumnya meliputi perubahan warna kulit menjadi lebih terang atau gelap dari sekitarnya. Selain itu, kulit yang terkena hapur juga dapat terasa kering, bersisik, dan gatal.

Cara Menghilangkan Panu di Wajah

Berikut ini beberapa bahan alami untuk menghilangkan panu di wajah.

1. Daun Kemangi

Daun kemangi mengandung zat aktif yang disebut eugenol, yang memiliki sifat antijamur dan antiinflamasi. Tumbuk daun kemangi hingga halus, lalu oleskan pasta tersebut ke area yang terkena panu dan biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

2. Daun Sirih

Beberapa penelitian menunjukan bahwa daun sirih memiliki sifat antijamur dan antiinflamasi yang dapat membantu menghilangkan panu di wajah. Tumbuk daun sirih hingga halus, lalu tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta. Oleskan pasta tersebut ke area yang terkena panu dan biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

3. Cuka Apel

Cuka apel telah terbukti efektif dalam mengatasi panu di wajah, memiliki sifat antijamur yang dapat membunuh jamur penyebab panu. Caranya, campurkan cuka apel dengan air dalam jumlah yang sama, lalu aplikasikan ke area yang terkena panu menggunakan kapas. Biarkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan air bersih.

4. Minyak Sereh

Minyak sereh mengandung zat aktif yang disebut citral, yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Oleskan minyak sereh secara langsung ke area yang terkena panu dan biarkan semalaman sebelum dibilas dengan air bersih.

5. Lidah Buaya

Beberapa studi membuktikan bahwa lidah buaya memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat membantu menghilangkan panu di wajah. Ambil gel lidah buaya segar dan oleskan langsung ke area yang terkena panu. Biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

6. Minyak Bawang Putih

Cara menghilangkan panu di wajah dengan minyak bawang putih karena memiliki sifat antijamur yang dapat membantu menghilangkan panu di wajah. Tumbuk beberapa siung bawang putih hingga halus, lalu tambahkan sedikit minyak kelapa. Panaskan campuran tersebut hingga hangat, lalu oleskan ke area yang terkena panu dan biarkan semalaman sebelum dibilas dengan air bersih.

7. Minyak Kelapa

Penelitian ilmiah menunjukan, minyak kelapa juga dapat membantu mengatasi panu di wajah, memiliki sifat antijamur yang dapat membunuh jamur penyebab panu. Oleskan minyak kelapa secara langsung ke area yang terkena panu dan biarkan semalaman sebelum dibilas dengan air bersih.

8. Kunyit

Kunyit mengandung zat aktif yang disebut kurkumin, yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Campurkan bubuk kunyit dengan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu oleskan pasta tersebut ke area yang terkena panu. Biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

9. Madu

Hasil studi mengungkapkan cara menghilangkan panu di wajah dengan Madu karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat membantu menghilangkan panu di wajah. Oleskan madu secara langsung ke area yang terkena panu dan biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

10. Daun Beimbing Wuluh

Salah satu cara alami yang dapat membantu mengatasi panu adalah dengan menggunakan daun belimbing. Daun belimbing mengandung zat-zat yang dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab panu.

Selain menggunakan cara-cara di atas, jaga kebersihan kulit wajah dengan rajin mencuci muka dua kali sehari. Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia keras, dan gunakan tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berlebihan.

Jika panu di wajah tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat antijamur yang lebih kuat. Dokter akan memberikan rekomendasi obat yang sesuai dengan kondisi kulit. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Belzer, A., & Parker, E. R. (2023). Climate Change, Skin Health, and Dermatologic Disease: A Guide for the Dermatologist. American Journal of Clinical Dermatology, 1-17.
  2. Kembaren, M. N. S. (2023). UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Malassezia furfur SECARA IN VITRO (Doctoral dissertation, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta).
  3. Karray, M., & McKinney, W. P. (2022). Tinea versicolor. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.
  4. Leung, A. K., Barankin, B., Lam, J. M., Leong, K. F., & Hon, K. L. (2022). Tinea versicolor: an updated review. Drugs in Context11.
  5. Parker, E. R., Mo, J., & Goodman, R. S. (2022). The dermatological manifestations of extreme weather events: a comprehensive review of skin disease and vulnerability. The Journal of Climate Change and Health, 100162.
  6. Kaur, N., Bains, A., Kaushik, R., Dhull, S. B., Melinda, F., & Chawla, P. (2021). A review on antifungal efficiency of plant extracts entrenched polysaccharide-based nanohydrogels. Nutrients13(6), 2055.
  7. Coates, S. J., & Norton, S. A. (2021). The effects of climate change on infectious diseases with cutaneous manifestations. International journal of women’s dermatology7(1), 8-16.
  8. Agusrimansyah, K. (2019). Perbandingan Efektivitas Lidah Buaya (Aloe vera) dan Buah Adas (Foeniculum vulgare) Terhadap Pertumbuhan Malassezia furfur.
  9. Gupta, A. K., & Foley, K. A. (2015). Antifungal treatment for pityriasis versicolor. Journal of Fungi1(1), 13-29.
  10. Ariana, D., Kunsah, B., & Agung, A. Y. (2015). Daya Hambat Lendir Aloe Vera Linn Terhadap Pertumbuhan Malassezia Furfur Secara In-Vitro. The Sun2(4), 45.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.