BPJS Bayi Belum Lahir
Hukum

Syarat dan Cara Daftar BPJS Bayi Belum Lahir

BPJS Bayi Belum Lahir – Dalam dunia yang terus berkembang, kesehatan merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan. Baik itu kesehatan ibu hamil maupun bayi yang belum lahir, memiliki peran penting dalam memastikan generasi mendatang tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menawarkan layanan khusus untuk bayi yang masih dalam kandungan.

Mendaftarkan bayi dalam kandungan ke BPJS Kesehatan memberikan akses kepada orangtua untuk mendapatkan sejumlah manfaat. Ini meliputi fasilitas gratis pemeriksaan rutin sebelum melahirkan, proses persalinan, baik normal maupun dengan operasi sesar berdasarkan rekomendasi dokter kandungan, hingga kontrol setelah melahirkan.

Iuran harus dibayar paling lambat sampai 30 hari mulai dari hari perkiraan lahir (HPL). Jaminan layanan BPJS Kesehatan baru akan aktif setelah iuran pertama dibayarkan.

Syarat Pendaftaran BPJS Bayi Belum Lahir

Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan Anda telah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Berikut adalah persyaratan yang perlu dipenuhi:

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) Orang Tua.
  • File Berkas Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Orang Tua.
  • Fotokopi Buku Nikah.
  • Surat Keterangan Hamil dari Dokter atau Bidan.
  • Fotokopi hasil ultrasonografi pada usia kandungan 7-8 bulan perlu disertakan untuk verifikasi informasi.
  • Fotokopi Kartu BPJS Kesehatan orang tua.

Cara Daftar BPJS Bayi Belum Lahir

Setelah memastikan semua dokumen diperoleh, berikut langkah-langkah pendaftaran:

  • Kunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat, Mal Pelayanan Publik, atau Mobile Customer Service (MCS).
  • Melengkapi persyaratan yang dibutuhkan sebelum mengajukan pendaftaran.
  • Isi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP).
  • Tunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan.

Ketentuan Pendaftaran BPJS Bayi Belum Lahir

Beberapa ketentuan penting yang perlu diingat saat mendaftarkan bayi yang belum lahir ke BPJS Kesehatan meliputi:

  • Bayi yang bisa didaftarkan adalah bayi dari ibu yang bukan penerima upah atau peserta BPJS Kesehatan mandiri, bukan peserta BPJS perusahaan.
  • Bayi bisa didaftarkan ketika usia kandungan sudah cukup matang, yang dapat dikonfirmasi dengan adanya denyut jantung bayi dalam kandungan. Surat pengantar dari dokter atau bidan diperlukan sebagai bukti.
  • Nama peserta BPJS bayi yang masih dalam kandungan biasanya akan diatasnamakan ibu kandungnya.
  • Nomor Kartu Keluarga (KK) bayi yang didaftarkan akan menggunakan nomor KK orang tua.
  • Perubahan identitas peserta BPJS bayi yang masih dalam kandungan harus dilakukan dalam waktu kurang dari 3 bulan setelah bayi lahir. Jika tidak, status keanggotaan BPJS bayi tersebut akan menjadi tidak aktif.

Ingatlah untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi BPJS Kesehatan atau menghubungi kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk memperoleh informasi terkini dan akurat jika terdapat perubahan sewaktu-waktu.

Semoga panduan ini memberikan pemahaman yang jelas dan membantu dalam memahami proses pendaftaran BPJS Kesehatan untuk bayi belum lahir. Keselamatan dan kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama!

Bambang Niko Pasla

An experienced content creator working for The Provincial Government of Jambi