Manfaat Kayu Ular
Gaya Hidup

10 Manfaat Kayu Ular, Obat Tradisional dari Papua

Manfaat kayu ular (Strychnos ligustrina) sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Papua sebagai salah satu tanaman obat yang sangat berkhasiat. Tanaman ini sering disebut juga dengan nama Bidara atau Bidara Laut. Selain karena khasiatnya yang efektif sebagai obat malaria, kayu ular juga memiliki berbagai manfaat lain yang tidak kalah pentingnya.

Asal Usul dan Penyebaran Kayu Ular Kayu ular berasal dari pohon bidara dan tumbuh di daerah kering dan bebatuan di sekitar pantai, terutama di Papua. Pohon kayu ular bisa tumbuh hingga ketinggian 15 meter dari permukaan tanah. Batangnya memiliki tekstur keras dan kuat berwarna kuning pucat tanpa bau.

Daunnya berbentuk oval dengan ujung yang runcing dan pangkal yang juga runcing. Panjang daunnya berkisar antara 6-12 cm. Bunganya tumbuh mengarah keluar dari ujung tangkai dan berbentuk bulat dengan diameter sekitar 4 cm. Selain itu, kayu ular juga memiliki buah yang berwarna kuning kemerahan.

Manfaat Kayu Ular

Berikut ini beberapa manfaat kayu ular untuk kesehatan yang di sadur dari beberapa sumber.

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kloroform dan etanol dalam kayu ular berfungsi baik sebagai antibakteri. Hal ini berarti juga bahwa mengonsumsinya dapat membunuh bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus yang merupakan biang dari masalah pencernaan manusia.

2. Mengobati Gatal

Gatal-gatal pada kulit dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam kayu ular terdapat kandungan zat galat dan tanin yang dapat mengobati peradangan pada kulit akibat gatal-gatal. Selain itu, kandungan antibakteri dapat berfungsi membunuh kuman penyebab gatal.

3. Menurunkan Kadar Gula Darah

Beberapa studi ilmiah mengungkapkan bahwa kayu ular mengandung saponin (steroid dan triterpenoid) yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan menghambat pelepasan enzim alpha-glukosidase yang berasal dari pankreas. Khasiat kayu ular dalam menurunkan gula darah dalam tubuh dapat melalui dua mekanisme, yaitu secara intra pankreatik yakni dengan memperbaiki sel pankreas yang rusak, melindungi sel beta dari kerusakan serta merangsang pelepasan insulin. Secara ekstra pankreatik yakni berlangsung melalui kandungan alkaloid pada kayu yang akan menurunkan gula darah dengan cara mengabsorbsi glukosa di usus, meningkatkan transportasi glukosa di dalam darah dengan merangsang sintesis glikogen, dan menghambat sintesis glukosa.

4. Menambah Stamina

Kandungan zat saponin dan alkaloid dalam kayu ular dapat dimanfaatkan sebagai penambah stamina dalam tubuh. Kandungan tersebut juga dapat mengatasi disfungsi ereksi.

5. Mencegah Penggumpalan Darah

Jenis kayu ini memiliki kandungan antikoagulan di dalamnya. Studi membuktikan, antikoagulan merupakan suatu zat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan cara mengikat kalsium atau dengan menghambat pembentukan trombin yang berperan dalam mengkonversi fibrinogen menjadi fibrin dalam proses pembekuan darah. Berdasarkan studi, ekstrak etanol batang kayu ular yang diamati secara in vitro pada semua golongan darah (A, AB, B, dan O) memiliki aktivitas antikoagulan yang ditandai dengan sel-sel darah yang masih utuh dan tidak saling berkaitan satu sama lain.

6. Menangkal Radikal Bebas

Hasil penelitian menunjukan, kandungan antioksidan yang ada dalam kayu ular Papua dapat berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang didapatkan tubuh setelah melakukan aktivitas sehari-hari di luar ruangan.

7. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan alkaloid dengan sifat basa serta memiliki sifat antioksidan dan anti radang nyatanya bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan alkaloid memiliki khasiat dalam membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Bahkan, kandungan alkaloid juga dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

8. Menurunkan Kadar Asam Lambung

Asam lambung merupakan salah satu penyakit yang mengganggu sistem pencernaan. Penyakit ini dapat membuat penderitanya merasa terbakar di bagian dada dan lambung. Kayu ular memiliki kandungan antimikroba, kloroform, dan etanol yang berfungsi untuk melancarkan dan mengobati penyakit pencernaan seperti asam lambung.

9. Menurunkan Demam

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kayu ular terkenal karena khasiatnya dalam mengatasi penyakit malaria. Demam menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan akibat penyakit ini. Dengan mengonsumsi secara teratur, demam dapat diatasi secara signifikan.

10. Mencegah Kanker

Khasiat kayu ular lainnya yaitu memiliki manfaat yang sangat efektif untuk menghambat sel pembentuk kanker. Hal ini karena adanya aktivitas antikanker yang ada di dalamnya.

Efek Samping Penggunaan Kayu Ular

Walaupun kayu ular memiliki banyak manfaat, namun penggunaannya juga perlu diperhatikan. Kayu ular memiliki rasa yang pahit, sehingga dapat menyebabkan mual dan muntah jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsultasikan penggunaan kayu ular dengan dokter atau ahli herbal terpercaya sebelum mengonsumsinya secara teratur.

Semoga ulasan tentang manfaat kayu ular dan efek sampingnya dapat bermanfaat, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Taek, M. M. (2023). KAYU ULAR: Etnomedisin, Fitokimia, Aktivitas dan Toksisitas Obat Tradisional Antimalaria Andalan Orang Timor. Rena Cipta Mandiri.
  2. Gunawan, E., Toruan, A. A., RUSNAENI, F. E., & Appa, F. E. (2022). Aktivitas Antikoagulan dari Tumbuhan Kayu Ular (Strychnos lucida R. Br.).
  3. Az Zahra, F., Djati, R. A. K. R. M., & Wijayahadi, N. (2022). EFEK KOMBINASI EKSTRAK ETHANOL BATANG KAYU ULAR DAN ANTIMALARIA-ACT TERHADAP PRODUKSI IL-10 DAN PARASITEMIA MENCIT SWISS DENGAN REINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI ANKA (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).
  4. Wahyuni, R. S. Pengaruh pemberian ekstrak kering kayu ular (strychnos ligustrina) terhadap berat organ jantung dan glukosa darah pada tikus diabetes mellitus kronik (Bachelor’s thesis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
  5. Saputra, A. Pengaruh pemberian ekstrak kayu ular “Strychnos ligustrina” terhdap kadar glukosa darah dan profil lipid tikus diabetes kronik (Bachelor’s thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FK).
  6. Nursaadah, L. S. Efek ekstrak kayu ular (strychnos ligustrina) terhadap kadar glukosa darah dan berat ginjal pada tikus jantan sprague dawley yang diinduksi streptozotosin (Bachelor’s thesis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
  7. Siswadi, S., Pujiono, E., Rianawati, H., & Saragih, G. S. (2016, April). Nilai Ekonomi Kulit Batang Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R. Br.). In Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Vol. 3, pp. 379-388).
  8. GUSMAILINA, G., & KOMARAYATI, S. (2015, October). Exploration of organic compounds strychnine bush (Strychnos lucida) as source of medicines. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. 1, No. 7, pp. 1741-1746).
  9. Amfoni, M. A. Inventarisasi Tanaman Tradisional Berkhasiat Obat Untuk Malaria di Kecamatan Amanuban Tengah (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Kupang).
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.