Manfaat Sari Kacang Hijau
Gaya Hidup

10 Manfaat Sari Kacang Hijau Lebih dari Sekedar Minuman Sehat

Manfaat Sari Kacang Hijau – Sari kacang hijau merupakan minuman yang terbuat dari kacang hijau yang direbus dan dihaluskan, kemudian dicampur dengan gula merah untuk memberikan rasa manis alami. Beberapa produsen juga menambahkan santan atau susu untuk meningkatkan kenikmatan rasanya. Proses pembuatan sari kacang hijau yang sederhana membuat minuman ini menjadi favorit banyak orang, terutama di Indonesia.

Kandungan Nutrisi dalam Sari Kacang Hijau

Manfaat Sari Kacang Hijau

Sari kacang hijau kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa nutrisi penting yang terdapat dalam sari kacang hijau antara lain: Protein, Vitamin B, Kalsium, Magnesium, Fosfor, Zinc, Besi, Serat, Antioksidan, Asam lemak esensial, Kalori, Karbohidrat kompleks, Lemak, Asam amino, Vitamin A, C, E, dan K, Mangan, Seng, dan Tembaga.

Manfaat Sari Kacang Hijau

Berikut beberapa manfaat sari kacang hijau lebih dari sekedar minuman kesehatan.

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Sari kacang hijau dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena kandungan serat yang tinggi dan rendah kolesterol. Serat dapat membantu mengikat kolesterol dan mencegah penyerapan kolesterol oleh tubuh.

2. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Sari kacang hijau mengandung protein yang tinggi dan rendah kalori, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Protein yang tinggi dan karbohidrat kompleks dalam sari kacang hijau membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan asupan kalori berlebih.

3. Sumber Protein yang Tinggi

Sari kacang hijau mengandung protein yang tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh. Beberapa studi membuktikan, protein juga penting untuk pembentukan otot dan jaringan ikat, yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan tulang dan otot.

4. Mendukung Proses Regenerasi Sel

Asam amino esensial yang terkandung dalam sari kacang hijau dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi protein yang diperlukan dalam proses regenerasi sel tubuh yang rusak. Selain itu, kandungan vitamin B dan mineral dalam sari kacang hijau juga dapat memperbaiki struktur kulit dan menjaga kesehatan kulit dari dalam.

5. Sumber Asam Folat untuk Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan asam folat untuk pertumbuhan janin yang sehat. Sari kacang hijau mengandung asam folat yang penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh, terutama sel-sel darah dan sel-sel baru dalam sistem saraf. Asam folat juga diperlukan untuk pembentukan DNA dan RNA, serta dalam proses sintesis protein. Asam folat juga sangat penting dalam mencegah cacat lahir pada bayi.

6. Menangkal Radikal Bebas

Hasil penelitian menunjukan bahwa sari kacang hijau mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

7. Menjaga Kesehatan Sistem Syaraf

Sari kacang hijau mengandung vitamin B yang penting untuk kesehatan sistem saraf. Vitamin B juga membantu dalam metabolisme energi dan menjaga kesehatan kulit dan rambut.

8. Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

Magnesium yang terkandung dalam sari kacang hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Magnesium dapat merelaksasikan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

9. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Penelitian menunjukan bahwa kalsium yang terkandung dalam sari kacang hijau sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga membantu dalam menjaga kepadatan tulang, sehingga dapat mencegah osteoporosis pada orang dewasa.

10. Membantu Menjaga Kadar Kolesterol

Sari kacang hijau mengandung serat yang tinggi, sehingga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Serat dapat mengikat kolesterol dan mencegah penyerapan kolesterol oleh tubuh.

cara membuat sari kacang hijau

Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan dan cara membuat sari kacang hijau:

Bahan-bahan:

  • 250 gram kacang hijau yang sudah dicuci
  • 1000 ml air untuk merebus kacang hijau
  • 150 ml air untuk merebus gula merah
  • 1500 ml air untuk melebur kacang hijau
  • 200 gram gula merah
  • 4 sendok makan gula pasir
  • 3/4 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 ruas jahe, memarkan

Cara membuat:

  1. Rendam biji kacang hijau semalaman, lalu tiriskan.
  2. Rebus kacang hijau dengan 1000 ml air hingga empuk.
  3. Setelah itu, blender dengan 1500 ml air dan saring airnya.
  4. Rebus gula merah dengan air 150 ml hingga larut, lalu sisihkan.
  5. Campur air saringan kacang hijau dengan rebusan gula merah, tambahkan gula pasir, garam, jahe, dan pandan.
  6. Rebus semua bahan di atas api kecil atau sedang hingga mendidih, aduk rata.
  7. Angkat dan sajikan selagi hangat atau sari kacang hijau dapat disajikan dingin.

Kandungan nutrisi yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan mengkonsumsi sari kacang hijau secara teratur, kita dapat memperoleh berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa. Semoga informasi ini bermanfaat, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Hou, D., Yousaf, L., Xue, Y., Hu, J., Wu, J., Hu, X., … & Shen, Q. (2019). Mung bean (Vigna radiata L.): Bioactive polyphenols, polysaccharides, peptides, and health benefits. Nutrients11(6), 1238.
  2. Ganesan, K., & Xu, B. (2018). A critical review on phytochemical profile and health promoting effects of mung bean (Vigna radiata). Food Science and Human Wellness7(1), 11-33.
  3. Yi-Shen, Z., Shuai, S., & FitzGerald, R. (2018). Mung bean proteins and peptides: Nutritional, functional and bioactive properties. Food & nutrition research62.
  4. Gupta, N., Srivastava, N., & Bhagyawant, S. S. (2018). Vicilin—A major storage protein of mungbean exhibits antioxidative potential, antiproliferative effects and ACE inhibitory activity. PLoS One13(2), e0191265.
  5. Awika, J. M., & Duodu, K. G. (2017). Bioactive polyphenols and peptides in cowpea (Vigna unguiculata) and their health promoting properties: A review. Journal of Functional Foods38, 686-697.
  6. Nair, R. M., Yang, R. Y., Easdown, W. J., Thavarajah, D., Thavarajah, P., Hughes, J. D. A., & Keatinge, J. D. H. (2013). Biofortification of mungbean (Vigna radiata) as a whole food to enhance human health. Journal of the Science of Food and Agriculture93(8), 1805-1813.
  7. Dahiya, P. K., Linnemann, A. R., Van Boekel, M. A. J. S., Khetarpaul, N., Grewal, R. B., & Nout, M. J. R. (2015). Mung bean: Technological and nutritional potential. Critical reviews in food science and nutrition55(5), 670-688.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.