self control
Sosiologi

Self Control: Pengertian dan Manfaatnya

Self control – Ketika dihadapkan dengan situasi dan konflik yang berbeda, seseorang kadang-kadang merasa sulit untuk mengontrol dirinya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menyelesaikan konflik atau masalah yang dihadapinya.

Beberapa orang mampu menghadapi situasi tersebut dengan tenang dan sabar. Namun, ada juga yang bereaksi dengan emosi yang meluap-luap. Emosi yang terpendam di dalam dirinya dipancarkan hingga akhirnya menimbulkan konflik yang semakin rumit dan membingungkan.

Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk mengendalikan diri atau yang disebut dengan self control. Hal ini menunjukkan bahwa self control sangat penting dalam kehidupan setiap individu, baik dalam menghadapi konflik, mengejar tujuan hidup, berinteraksi dengan orang lain, atau hal lainnya.

Pengertian Self Control (Pengendalian Diri)

Makna dari Self Control adalah “pengendalian diri”. Kemampuan ini membantu seseorang mengatur, membimbing, dan mengarahkan tindakan mereka menuju hal yang positif. Artinya, Self Control membantu seseorang mengendalikan emosinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu memiliki berbagai aktivitas yang melibatkan perencanaan, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Self Control sangat penting bagi setiap individu agar aktivitas tersebut dapat terarah dengan baik.

Dengan memiliki Self Control, seseorang dapat membangun perilaku yang baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Selain itu, Self Control juga membantu seseorang menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Self Control secara tidak sadar berkembang dan berguna selama proses kehidupan individu dalam menghadapi berbagai kondisi hidup. Oleh karena itu, Self Control memiliki banyak manfaat dan sangat penting bagi setiap individu. Tanpa kemampuan Self Control yang baik, individu mungkin akan kesulitan mengendalikan situasi dan emosi mereka sendiri maupun orang lain.

Manfaat Selft Control

Berikut adalah beberapa manfaat yang didapat dari Self Control:

Membuat Hidup lebih tenang

Dengan Self Control, seseorang dapat mencapai ketenangan dalam menghadapi segala situasi. Ia akan mampu mengendalikan dirinya dan emosinya sebelum memberikan respons terhadap situasi yang dihadapinya. Hal ini tentu akan membuat hidup menjadi lebih tenang.

Baca juga: Niat Puasa Idul Adha: Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Meningkatkan kesehatan mental

Self Control yang baik dapat membantu menjaga kesehatan mental seseorang. Melalui pengendalian diri, seseorang akan terus berusaha untuk berpikir positif, yang memiliki manfaat tidak hanya untuk hidup yang tenang, tapi juga untuk kesehatan mental dan fisik.

Mampu menghadapi segala keadaan

Dalam kehidupan sehari-hari akan banyak fase dan keadaan yang dialami. Entah itu keadaan yang baik atau buruk, keadaan yang sudah diprediksi atau tidak diprediksi, keadaan yang menguntungkan atau merugikan, dan sebagainya. Tidak semua orang siap untuk menghadapi segala keadaan ini.

Padahal, keadaan-keadaan yang tidak diprediksi bisa saja terjadi. Dan akan sangat membuat diri terpukul jika diri tidak siap untuk menghadapi keadaan tersebut. Namun hal ini akan berbeda jika dialami oleh orang yang mampu Self Control.

Mencegah perilaku buruk

Setiap orang dapat melakukan tindakan buruk, tetapi Self Control dapat membantu seseorang untuk mencegah perilaku buruk tersebut. Tindakan buruk seperti merokok, minum-minuman beralkohol berlebihan, makan makanan yang tidak sehat, tidak berolahraga, dan perilaku lainnya dapat merugikan diri sendiri. Jika lingkungan sekitar juga mendukung perilaku buruk tersebut, maka pengendalian diri sangat diperlukan untuk menghindari perilaku buruk.

Baca juga: Tata Cara dan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Meningkatkan kepercayaan diri

Seseorang yang memiliki pengendalian diri yang baik akan lebih mengenal dirinya sendiri dan dapat mengontrol segala tindakan dan respons yang akan dilakukan oleh dirinya. Dengan begitu, ia tidak akan takut akan persepsi dari orang lain, karena ia lebih mengenal dirinya sendiri.

Segala pertimbangan yang ia lakukan melalui pengendalian diri juga akan menambah pengetahuan dirinya akan dirinya sendiri. Dengan begitu ia akan lebih percaya diri, karena ia mampu mempercayai dirinya sendiri dalam mengendalikan dirinya sendiri.

Meningkatkan fokus

Dengan pengendalian diri, seseorang dapat mengontrol dirinya dari distraksi yang mengganggu fokusnya. Fokus ini bisa meliputi fokus pada pikiran dan fokus pada tujuan. Seseorang dengan pengendalian diri yang baik akan mengendalikan dirinya dari overthinking dan akan terus fokus pada tujuannya.

Memudahkan pengambilan keputusan Pengendalian diri yang baik juga membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang tepat. Seseorang dengan pengendalian diri yang baik akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan dan akan fokus untuk menyelesaikan masalahnya.

Membantu mengelola emosi

Self Control juga mencakup pengendalian emosi. Dengan mengendalikan emosi, seseorang dapat menghindari perilaku impulsif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pengendalian emosi dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif seperti olahraga berkuda, yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, emosi, dan mental.

Meskipun pengendalian emosi tidak mudah, dengan latihan yang konsisten, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan emosinya.Keputusan yang diambil melalui pengendalian diri yang baik juga akan menghasilkan keputusan yang tepat.

Dengan begitu, tidak akan ada penyesalan terhadap keputusan yang telah diambil. Lagi pula, hal ini akan membuat hidup lebih tenang.

Membantu mengenal diri lebih dalam

Saat seseorang berusaha untuk Self Control, ia akan terus menggali tentang dirinya sendiri. Ia tidak akan berhenti untuk mengenali dirinya dan berusaha memahami tentang dirinya sendiri. Proses ini mungkin akan memakan waktu yang lama.

Dikarenakan tidak mudah untuk memahami diri sendiri, maka diperlukan kesabaran dan komitmen yang kuat. Pengendalian diri akan bisa dilakukan jika seseorang mampu memahami dirinya sendiri secara mendalam. Dari proses ini, pengendalian diri akan membantu untuk mengenal diri lebih dalam.

Selain itu, Self Control juga membantu seseorang untuk mengatasi rasa takut atau ragu dalam memunculkan ide-ide baru. Dengan lebih percaya diri dan mampu mengendalikan emosi, ia akan lebih berani dalam mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatifnya.

Baca juga: Cara Sholat Tarawih 23 Rakaat di Masjid Beserta Witir

Lebih mudah mencapai tujuan

Seseorang yang memiliki kemampuan Self Control juga akan lebih mudah dalam mencapai tujuan hidupnya. Dengan mampu mengendalikan diri, ia dapat fokus dan konsisten dalam menjalankan tindakan-tindakan yang mendukung pencapaian tujuannya.

Pengendalian diri juga membantu seseorang untuk mengatasi rintangan-rintangan yang muncul dalam perjalanan mencapai tujuan. Ketika menghadapi rintangan, ia mampu mengendalikan dirinya dan tetap tenang untuk mencari solusi terbaik agar tetap pada jalur menuju tujuan yang diinginkan.

Meningkatkan kreativitas

Seseorang yang mampu Self Control juga lebih mudah dalam memunculkan ide-ide kreatif. Ketika ia mampu mengendalikan dirinya dan meredakan emosi yang mengganggu, ia akan lebih mudah dalam berpikir dan menemukan solusi yang kreatif.

Menghindari perilaku impulsif

Orang yang tidak mampu Self Control cenderung bersikap impulsif, seperti membuat keputusan tanpa berpikir panjang, bertindak secara refleks tanpa mempertimbangkan dampaknya, dan lain sebagainya. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dan kerugian.

Namun, seseorang yang memiliki kemampuan mengendalikan diri akan cenderung berpikir panjang sebelum membuat keputusan dan bertindak secara lebih terencana dan bijak. Dengan begitu, ia akan lebih bisa menghindari perilaku impulsif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Meningkatkan kebahagiaan

Seseorang yang mampu Self Control juga akan cenderung lebih bahagia dalam hidupnya. Dengan mampu mengendalikan emosi dan tindakan, ia dapat menghindari masalah dan konflik yang dapat menyebabkan stres dan kegelisahan.

Selain itu, Self Control juga membantu seseorang untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain, meningkatkan pencapaian tujuan hidup, dan merasa lebih puas dengan hidupnya secara keseluruhan. Hal-hal ini dapat memberikan perasaan bahagia dan kepuasan yang lebih tinggi dalam hidupnya.

Meningkatkan keberhasilan dalam karir

Seseorang yang memiliki kemampuan Self Control juga akan cenderung lebih berhasil dalam karirnya. Dengan mampu mengendalikan emosi dan tindakan, ia dapat bekerja secara efektif dan efisien, mengatasi stres dan tekanan dalam pekerjaan, serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan.

Baca juga: Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Sifat, dan Jenis

Aspek Self Control

Terdapat 3 aspek yang umumnya digunakan untuk mengukur kemampuan self control pada individu, yaitu:

Pengendalian Perilaku (Behavioral Control)

Pengendalian Perilaku merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan dirinya terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan. Terdiri dari 2 unsur, yaitu kemampuan untuk mengatur perubahan perilaku dan kemampuan untuk mengatur praktik atau pelaksanaan.

Kemampuan mengatur perubahan perilaku meliputi kemampuan untuk mengenali situasi yang tidak baik dan meresponnya secara tepat. Kemampuan mengatur praktik atau pelaksanaan meliputi kemampuan untuk menata dan mengambil kendali atas situasi yang terjadi.

Pengendalian Kognitif (Cognitive Control)

Pengendalian Kognitif merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya untuk memproses informasi yang tidak diinginkan dengan cara menafsirkan dan memberi nilai. Terdiri dari 2 unsur, yaitu kemampuan untuk memperoleh informasi dan kemampuan untuk mengevaluasi dan memberi nilai.

Kemampuan memperoleh informasi meliputi kemampuan untuk mempertimbangkan situasi yang tidak menyenangkan. Kemampuan mengevaluasi dan memberi nilai meliputi kemampuan untuk menilai dan memahami suatu peristiwa dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, termasuk sudut pandang positif dan negatif, namun cenderung ke arah positif.

Pengendalian Keputusan (Decisional Control)

Pengendalian Keputusan merupakan kemampuan individu untuk mengatur dan mengendalikan dirinya dalam membuat keputusan berdasarkan nilai atau keyakinan yang dimilikinya. Kemampuan ini membantu individu dalam menentukan pilihan pada berbagai kesempatan dan memberikan kebebasan untuk menetapkan pilihan dari berbagai kemungkinan perbuatan.

Baca juga: Dampak Positif Globalisasi Beserta Negatifnya

Kesimpulan

Self control atau kemampuan mengontrol diri pada individu dapat diukur melalui tiga aspek, yaitu Behavioral Control (Pengendalian Perilaku), Cognitive Control (Pengendalian Kognitif), dan Decisional Control (Pengendalian Keputusan).

Behavioral Control berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengatur perilaku dan praktik dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, sedangkan Cognitive Control berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengolah informasi dan memberikan nilai terhadap suatu peristiwa.

Sementara itu, Decisional Control berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengambil keputusan berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya. Kemampuan mengontrol diri ini penting untuk membantu individu menghadapi berbagai situasi dan masalah dalam kehidupan sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat dan meminimalisir dampak negatif.

Referensi

  1. Baumeister, R. F., & Vohs, K. D. (Eds.). (2016). Handbook of self-regulation: Research, theory, and applications (3rd ed.). Guilford Press.
  2. Duckworth, A. L., & Seligman, M. E. (2017). Self-discipline gives girls the edge: Gender in self-discipline, grades, and achievement test scores. Journal of educational psychology, 109(3), 439-447.
  3. Galla, B. M., & Duckworth, A. L. (2015). More than resisting temptation: Beneficial habits mediate the relationship between self-control and positive life outcomes. Journal of personality and social psychology, 109(3), 508-525.
  4. Hofmann, W., & Kotabe, H. P. (2012). A meta-analysis of self-control strategies and their effectiveness in reducing cognitive interference. Frontiers in psychology, 3, 579.
  5. Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self-control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of personality, 72(2), 271-324.
  6. Tice, D. M., Baumeister, R. F., Shmueli, D., & Muraven, M. (2007). Restoring the self: Positive affect helps improve self-regulation following ego depletion. Journal of experimental social psychology, 43(3), 379-384.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.