Manfaat Minyak Bulus
Gaya Hidup

8 Manfaat Minyak Bulus untuk Kesehatan

Manfaat Minyak bulus, sebuah ramuan ajaib yang diperoleh dari hewan bulus atau Amyda cartilaginea, menyimpan rahasia kecantikan dan kesehatan yang luar biasa. Bulus, yang mirip dengan kura-kura atau penyu, hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, dan rawa di pulau-pulau indah Indonesia seperti Sumatera, Lombok, Jawa, dan Borneo.

Namun, sayangnya, keberadaan bulus yang berumur panjang dengan pertumbuhan yang lambat membuatnya rentan terhadap kepunahan. Perburuan yang tidak terkontrol dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup hewan ini. Oleh karena itu, seiring dengan mengungkap manfaat minyak bulus, kita juga perlu membahas tanggung jawab kita dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

Kandungan Minyak Bulus

Manfaat Minyak Bulus untuk Kesehatan
Sumber Gambar: Freepik

Sebelum kita membenamkan diri dalam beragam manfaat minyak bulus, mari kita kenali senjata ajaib ini secara lebih mendalam. Minyak bulus mengandung beberapa vitamin yang dikenal baik untuk kesehatan kulit, antara lain vitamin A, K, dan E. Kandungan vitamin-vitamin ini diyakini memberikan manfaat luar biasa, termasuk dalam proses penyembuhan dan perawatan kulit.

Beberapa komponen khusus dalam minyak bulus termasuk asam palmitoleat, asam stearat, DHA, asam oleat, dan asam linoleat. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa minyak bulus memiliki kandungan total asam amino tertinggi dibandingkan dengan minyak ikan lainnya.

Baca juga: 14 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan

Manfaat Minyak Bulus untuk Kesehatan

Berikut ragam manfaat minyak bulus untuk kesehatan yang salah satunya bisa mengencangkan payudara loh.

1. Meredakan Gatal

Minyak bulus memiliki kandungan antigatal yang bermanfaat untuk mengurangi rasa gatal akibat eksim. Studi menunjukkan bahwa kadar asam dalam kulit memengaruhi timbulnya eksim. Minyak bulus, setelah melalui proses pengeringan, dapat membantu meredakan gejala eksim, meskipun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum menggunakannya.

2. Pengencangan Payudara

Meskipun belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan secara pasti, minyak bulus sering dianggap sebagai pelumas yang dapat membantu memperbesar dan mengencangkan payudara. Kandungan vitamin E dalam minyak ini diyakini berkontribusi pada efek ini.

3. Meredakan Nyeri

Dengan kandungan antiradang dan aktivitas analgesik, minyak bulus memiliki potensi untuk meredakan nyeri. Penelitian menunjukkan bahwa minyak dengan sifat analgesik dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, mulai dari luka terbuka hingga gangguan usus.

4. Pengobatan Luka Bakar

Penelitian menyebutkan bahwa minyak bulus dapat digunakan sebagai pengobatan untuk luka bakar akibat paparan sinar matahari. Kemampuannya melindungi kulit dari radiasi matahari menjadi salah satu keunggulan minyak bulus.

5. Perlindungan dari Sinar UV

Kandungan vitamin E dalam minyak bulus dapat membantu memperkuat lapisan pelindung kulit dari bahaya sinar matahari. Penelitian membuktikan bahwa vitamin E dapat mencegah sunburn dan melindungi kulit dari stres oksidatif. Meski demikian, penggunaan tabir surya tetap dianjurkan untuk perlindungan maksimal.

6. Perlindungan Jantung dan Pembuluh Darah

Minyak bulus, baik dalam bentuk olesan atau suplemen kapsul, diketahui melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kandungan nutrisi dalam minyak ini berperan dalam mencegah penyakit yang terkait dengan sistem kardiovaskular.

7. Mengobati Psoriasis

Psoriasis, penyakit kulit yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal, dapat diatasi dengan minyak bulus. Studi menunjukkan bahwa penggunaan rutin minyak bulus dapat meredakan iritasi, peradangan, dan pengelupasan kulit pada penderita psoriasis. Namun, sebelum mengintegrasikan minyak bulus ke dalam perawatan, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

8. Membantu Mengatasi Kerutan

Bagi mereka yang menjalani usia 30 tahun ke atas, minyak bulus bisa menjadi sekutu dalam mengatasi kerutan. Kandungan zinc oksida dalam minyak bulus diyakini dapat membantu menjaga kekenyalan kulit wajah. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya manfaat minyak bulus dalam mengatasi tanda penuaan ini.

Baca juga: 8 Manfaat Biji Alpukat untuk Kesehatan

Mitos dan Fakta seputar Minyak Bulus

Seiring popularitasnya, muncul berbagai mitos seputar minyak bulus. Salah satu mitos yang sering dijumpai adalah kemampuannya untuk secara signifikan memperbesar payudara. Meskipun banyak orang meyakini hal ini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara mitos dan fakta seputar manfaat minyak bulus.

Risiko Penggunaan Minyak Bulus

Meskipun kaya manfaat, penggunaan minyak bulus tidaklah tanpa risiko. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kandungan vitamin dalam minyak bulus dapat hilang jika tidak diolah atau disimpan dengan baik. Penting untuk memilih produk berkualitas tinggi dan menyimpannya sesuai petunjuk.
  • Penggunaan minyak bulus dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, seperti ruam kulit, bengkak, atau gatal-gatal. Tes alergi sebelum penggunaan dapat membantu menghindari risiko ini.
  • Meskipun telah ada penelitian, informasi mengenai minyak bulus masih terbatas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efektivitasnya pada berbagai kondisi kesehatan.

Baca juga: 11 Manfaat Kayu Bajakah untuk Kesehatan

Pertimbangan Lingkungan

Meskipun minyak bulus menyimpan sejuta manfaat, kita tidak boleh melupakan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Kepunahan bulus menjadi ancaman nyata akibat perburuan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan untuk memilih minyak alami lain dari tanaman sebagai alternatif. Minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak almond adalah pilihan yang ramah lingkungan dan tidak mengancam kelangsungan hidup hewan.

Meskipun belum semua klaim tentang manfaat minyak bulus dapat didukung oleh penelitian ilmiah, pengalaman individu dan sifat alami minyak ini memberikan pandangan positif terhadap potensinya. Sebagai konsumen yang bijak, penting untuk selalu melakukan riset lebih lanjut dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan sebelum mengintegrasikan produk ini ke dalam rutinitas perawatan pribadi.

Referensi

  1. Savitri, D., & Emeralda, P. A. (2023). POTENSI MINYAK BULUS (Amyda cartilaginea) SEBAGAI ANTIAGING: STUDI IN SILICO TERHADAP COLLAGENASE. Journal of Scientech Research and Development5(2), 216-222.
  2. Sihombing, V. S., Kwatrina, R. T., & Santosa, Y. (2021, November). Dynamics of the global trade Asiatic Softshell Turtle (Amyda cartilaginea Boddaert 1770): Shifting trends in commerce and consequences for sustainability. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. IOP Publishing.
  3. Nurwahidah, A., Mardania, F., & Setiyabudi, L. (2022). Karakterisasi Dan Analisis Minyak Bulus Dalam Minyak Kelapa Menggunakan Spektroskopi FTIR. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 1(2).
  4. Ramakrishna, S., et al. (2022). Formulation and Evaluation of Herbal Analgesic Oil. International Journal for Pharmaceutical Research Scholars, 10(3), 18-23.
  5. Hong, M., Zhong, S., & Bian, R. Tortoise Oil, Turtle Oil, Compositions Containing The, Their Preparation Processes and Uses. Diakses pada 2023.
  6. Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2022). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International Journal of Molecular Sciences, 19(1), 70.
  7. Dr Health Benefits. 10 Unexpected Health Benefits of Soft Shelled Turtle. Diakses pada 2023.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.