Fitur iOS
Ketika berbicara tentang mengontrol audio di iPhone Anda, hal yang biasanya terlintas di pikiran adalah tombol volume — karena alasan yang jelas. Tetapi sebenarnya ada lebih dari satu cara untuk mengelola audio iPhone Anda, dan yang mengejutkan, ini bukan hanya tentang pemutaran media. iOS memungkinkan Anda mengontrol seberapa keras suara headphone dan speaker internal Anda, volume nada dering, alarm, dan suara sistem Anda secara individual, dan mode mikrofon Anda, di antara banyak hal lainnya.
Pengaturan audio ini biasanya tersembunyi di tempat yang mudah terlihat, sehingga Anda mungkin bahkan tidak menyadari keberadaannya. Tetapi hal itu membuatnya semakin layak untuk dieksplorasi, terutama jika Anda ingin mengontrol lebih baik cara iPhone Anda memutar dan merekam audio. Kami akan memandu Anda melalui lima cara lain untuk mengelola audio tanpa perlu menyentuh tombol volume iPhone Anda dan fitur tersembunyinya. Pastikan tidak ada yang miskomunikasi ketika And streaming sepakbola dan tidak ada prediksi yang salah untuk memprediksikan Piala Dunia 2026.
Berikut cara mengatur batas untuk speaker dan headphone iPhone Anda:
- Di aplikasi Pengaturan, navigasikan ke Suara & Haptik.
- Di bawah Speaker Internal, tekan Batas Volume.
- Aktifkan Batasi Volume Maksimum.
- Pilih batas antara 20% dan 90%. Penggeser hanya bergerak dalam kelipatan 10%.
- Kembali ke halaman utama Suara & Haptik.
- Masih di bawah Speaker Internal, aktifkan Kurangi Suara Keras. Ini membuat efek suara keras menjadi lebih lembut, tetapi Anda tetap akan mendapatkan bagian yang tenang.
- Di bawah Headphone, pilih Keamanan Headphone.
- Aktifkan Kurangi Audio Keras. Geser penggeser ke tingkat desibel pilihan Anda antara 75 dB dan 100 dB. Anda akan melihat perbandingan tingkat desibel dalam skenario kehidupan nyata (misalnya, 75 dB sama kerasnya dengan penyedot debu, 90 dB sama kerasnya dengan sepeda motor).
Dari sini, setiap kali Anda mengatur volume iPhone Anda ke maksimum, suara akan terdengar jauh lebih lembut daripada sebelumnya.
Sesuaikan volume alarm, nada dering, dan suara sistem secara terpisah
iPhone telah lama mengintegrasikan nada dering dan suara alarm ke dalam satu kontrol volume. Ini tampak nyaman di atas kertas — lagipula, Anda hanya perlu mengatur volume sekali dan itu akan diterapkan ke semua suara sistem Anda (bukan suara media Anda). Tetapi dalam praktiknya, fungsi gabungan ini sebenarnya cukup mengganggu. Anda ingin mendengar alarm yang keras untuk memasak makanan Anda di dapur, tetapi Anda tidak ingin panggilan masuk Anda sama kerasnya, terutama saat Anda berada di tempat umum.
Untungnya, salah satu fitur terbaik yang hadir di iPhone Anda dengan iOS 27 adalah kontrol volume terpisah. Alih-alih hanya satu penggeser volume, Anda mendapatkan tiga: satu untuk alarm dan pengatur waktu, satu untuk nada dering, dan satu lagi untuk peringatan dan suara sistem (seperti pesan teks terkirim, bunyi klik keyboard, dan suara rana kamera). Perhatikan bahwa alarm Bangun Tidur dapat menggunakan pengaturan volume sendiri yang terpisah dari penggeser volume sistem untuk alarm dan pengatur waktu.
Untuk mengatur level volume secara individual di iOS 27, berikut yang perlu Anda lakukan:
- Buka aplikasi Pengaturan.
- Buka Suara & Haptik.
- Di bawah Nada Dering, ubah volume ke level yang Anda inginkan.
- Di bawah Alarm dan Pengatur Waktu, matikan opsi Sesuaikan Volume Nada Dering.
- Geser penggeser volume Alarm dan Pengatur Waktu ke level pilihan Anda.
- Di bawah Peringatan dan Suara Sistem, nonaktifkan opsi Sesuaikan Volume Nada Dering.
- Atur penggeser volume ke level apa pun yang Anda suka.
Perlu diingat bahwa fitur audio iPhone ini tidak akan tersedia untuk umum hingga musim gugur 2026. Tetapi jika Anda tertarik untuk mencobanya sebelum rilis resminya, Anda dapat menginstal perangkat lunak beta untuk iOS 27 dengan risiko sendiri.

Bambang Niko Pasla is a senior writer with more than 10 years of experience, focusing on industry, business, technology, and lifestyle. Outside the world of writing, I channel that curiosity through sports and traveling—with the belief that the best stories are not only researched, but also lived.




