Manfaat Donor Darah bagi Wanita
Gaya Hidup

8 Manfaat Donor Darah bagi Wanita

Manfaat Donor Darah bagi Wanita tidak hanya bagi penerima donor, tetapi juga bagi orang yang mendonorkan darahnya. Bagi wanita, donor darah memiliki manfaat yang signifikan untuk kesehatan mereka. Donor darah di Indonesia telah diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 02 tahun 2011 dan diawasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) sesuai dengan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Undang-undang ini menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan donor darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Manfaat Donor Darah bagi Wanita

Manfaat Donor Darah bagi Wanita

Berikut ulasan tentang manfaat donor darah bagi wanita yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Pemantauan Kesehatan

Darah yang didonorkan akan melewati prosedur pemeriksaan yang telah ditetapkan untuk memastikan keamanannya. Oleh karena itu, individu yang terdiagnosis menderita penyakit serius seperti hepatitis B, hepatitis C, sifilis, malaria, dan HIV/AIDS tidak dapat menjadi donor darah karena penyakit-penyakit ini dapat ditularkan melalui darah.

2. Memperbarui Persediaan Darah

Donor darah membantu memastikan bahwa persediaan darah di bank darah tetap tercukupi untuk kebutuhan medis. Dengan mendonorkan darah, wanita dapat berkontribusi pada ketersediaan darah untuk transfusi yang sangat dibutuhkan oleh pasien yang membutuhkan.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Donor darah secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar zat besi yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan mendonorkan darah, wanita dapat membantu menjaga kesehatan jantungnya.

4. Mengurangi Berat Badan

Beberapa studi mengungkapkan bahwa donor darah dapat membantu mengurangi berat badan dengan membakar sejumlah kalori selama proses donasi. Meskipun efeknya mungkin tidak signifikan, tetapi dapat menjadi salah satu faktor pendukung program penurunan berat badan.

5. Mendukung Kesehatan Ginjal

Donor darah diketahui dapat membantu mengurangi risiko penyakit ginjal. Ini karena darah yang keluar dari tubuh dapat membantu menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh.

6. Mengurangi Risiko Kanker

Bukan hanya penyakit jantung, donor darah juga dapat membantu mengurangi risiko kanker dengan mengurangi kadar zat besi. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat zat besi yang tinggi dapat berhubungan dengan peningkatan risiko kanker tertentu.

7. Mengatur Kadar Besi

Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kelebihan zat besi karena mereka kehilangan darah selama menstruasi. Oleh karena itu, manfaat donor darah bagi wanita juga untuk membantu mengatur kadar zat besi dalam tubuh.

8. Memperpanjang Usia

Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial karena bertujuan untuk membantu sesama. Menurut studi yang dipublikasikan, orang yang gemar menolong orang lain cenderung memiliki umur yang lebih panjang daripada mereka yang tidak.

Persiapan Sebelum Donor Darah untuk Wanita

Sebelum mendonorkan darah, penting bagi wanita untuk melakukan beberapa persiapan agar proses donor berjalan lancar. Beberapa langkah persiapan khusus yang bisa diambil oleh wanita sebelum mendonorkan darah antara lain:

  • Donor darah saat haid umumnya tidak boleh dilakukan. Jika sedang menstruasi, kamu mungkin akan diminta menunggu sampai periode haid selesai sebelum mendonorkan darah.
  • Pastikan telah makan makanan yang sehat dan seimbang sebelum mendonorkan darah. Hindari mendonorkan darah dengan perut kosong. Minum juga cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Hindari minuman berkafein sebelum mendonorkan darah, karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.
  • Berikan informasi lengkap kepada petugas medis tentang kesehatan, termasuk riwayat penyakit atau obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.
  • Mendapatkan istirahat yang cukup sebelum donor darah dapat membantu tubuh dalam proses pemulihan setelah donor darah.
  • Sebagai seorang wanita, kamu mungkin memiliki kadar zat besi yang lebih rendah, terutama selama menstruasi. Pastikan asupan zat besi Anda tercukupi sebelum mendonorkan darah.

Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Donor Darah

Setelah donor darah, beberapa wanita mungkin mengalami efek sementara yang umumnya ringan dan bersifat singkat. Beberapa efek samping bagi wanita yang mungkin terjadi setelah donor darah antara lain:

  • Penurunan kadar zat besi.
  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau lemas.
  • Tekanan darah rendah.
  • Rasa dingin atau pusing kepala.
  • Nyeri di area tusukan jarum.
  • Kelelahan.
  • Hematoma atau pembengkakan.

Jangan ragu untuk mendiskusikan rencana donor darah kamu dengan dokter atau petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat terkait manfaatnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan mendorong untuk aktif mendukung program donor darah. Terimakasih

Baca juga:

Referensi

  1. Thorpe, R., Masser, B., Coundouris, S. P., Hyde, M. K., Kruse, S. P., & Davison, T. E. (2024). The health impacts of blood donation: a systematic review of donor and non-donor perceptions. Blood Transfusion22(1), 7.
  2. Su, S., Ma, T., Sun, Y., Guo, L., Su, X., Wang, W., … & Zhang, L. (2022). Association between Blood Donation and Malignant and Benign Tumour Risk: A Population-Based Study of 3.4 Million Participants in China. Journal of Oncology2022.
  3. Bilal, M., Haseeb, A., Zahid, I., Lashkerwala, S. S., Saeeduddin, F., Saad, M., … & Advani, R. (2016). Knowledge, attitudes and perceptions among non-blood donor female health care professionals. Global journal of health science8(4), 203.
  4. Karacan, E., Seval, G. C., Aktan, Z., Ayli, M., & Palabiyikoglu, R. (2013). Blood donors and factors impacting the blood donation decision: motives for donating blood in Turkish sample. Transfusion and Apheresis Science49(3), 468-473.
  5. Bednall, T. C., & Bove, L. L. (2011). Donating blood: a meta-analytic review of self-reported motivators and deterrents. Transfusion medicine reviews25(4), 317-334.
  6. Bani, M., & Giussani, B. (2010). Gender differences in giving blood: a review of the literature. Blood Transfusion8(4), 278.
  7. Yang, H., Lee, J., Seed, C. R., & Keller, A. J. (2010). Can blood tranfusion transmit cancer? A literature review. Transfusion Medicine Reviews24(3), 235-243.
  8. Lyle III, H. F., Smith, E. A., & Sullivan, R. J. (2009). Blood donations as costly signals of donor quality. Journal of Evolutionary Psychology7(4), 263-286.
  9. Edgren, G., Reilly, M., Hjalgrim, H., Tran, T. N., Rostgaard, K., Adami, J., … & Nyrén, O. (2008). Donation frequency, iron loss, and risk of cancer among blood donors. Journal of the National Cancer Institute100(8), 572-579.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.