Manfaat Kulit Bawang
Gaya Hidup

9 Manfaat Kulit Bawang Merah, Putih, dan Bombay

Manfaat Kulit Bawang – Kulit luar bawang merah, bawang putih atau bawang bombay ternyata mengandung sumber vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan banyak antioksidan. Antioksidan tersebut termasuk flavonoid, terutama quercetin, yang merupakan antioksidan kuat dan memiliki efek anti-inflamasi. Kulit bawang juga dapat diolah menjadi berbagai makanan lezat seperti keripik bawang, teh bawang, atau bawang panggung.

Manfaat Kulit Bawang Merah, Putih, dan Bombay

Sumber Gambar: Freepik

Berikut ragam manfaat kulit bawang merah, putih, dan bombay yang tanpa kita sadari banyak menguntungkan kita di kehidupan sehari-hari.

1. Pengolahan Makanan

Kulit bawang juga dapat digunakan dalam pengolahan makanan, ekstrak kulit bawang dapat digunakan untuk mengawetkan roti agar tidak mudah berjamur, mencegah oksidasi pada minyak goreng, meningkatkan kandungan serat pada mi dan pasta, serta memberikan warna alami pada makanan.

2. Menyuburkan Tanaman

Kulit bawang merah dapat diolah menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman. Bahkan, dengan menambahkannya ke dalam air, kulit bawang dapat menjadi pestisida alami yang memberikan perlindungan tambahan untuk tanaman.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Otak

Beberapa hasil penelitian membuktikan, quercetin yang terdapat dalam kulit bawang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan jantung. Senyawa ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta melawan peradangan. Dengan mengintegrasikan kulit bawang ke dalam pola makan sehari-hari, kita dapat memberikan dukungan yang lebih baik untuk organ vital seperti jantung dan otak.

4. Menurunkan Berat Badan

Quercetin pada kulit bawang diduga dapat membantu menurunkan persentase lemak tubuh dengan menghambat penyerapan lemak di usus. Ini berarti, dengan mengonsumsi kulit bawang secara teratur, kita dapat mengurangi jumlah lemak yang disimpan di tubuh dan sebagai hasilnya, menurunkan berat badan.

5. Meredakan Gatal pada Kulit

Kulit bawang ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dalam, tetapi juga dapat memberikan manfaat luar biasa pada kulit. Sifat antijamur yang dimilikinya membuatnya efektif untuk meredakan masalah kulit gatal, termasuk masalah seperti kutu air. Dengan menggunakan kulit bawang sebagai bahan alami, kita dapat meredakan ketidaknyamanan yang terkait dengan masalah kulit tersebut.

6. Mencegah Keparahan Gejala Asma

Kulit bawang dapat memberikan manfaat untuk penderita asma dengan mengendalikan gejalanya. Sifat antiradang pada kulit bawang dapat meredakan peradangan pada saluran napas, membantu mengurangi kesulitan bernapas dan mengatasi gejala asma lainnya.

7. Meredakan Radang Sendi

Tidak hanya efektif untuk peradangan pada saluran napas, kulit bawang juga dapat membantu meredakan radang pada sendi. Sifat antiradangnya bekerja dengan menekan produksi senyawa sitokin yang dapat memperparah peradangan pada sendi. Ini dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi mereka yang mengalami masalah sendi.

8. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Kandungan triptofan dalam teh kulit bawang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Gabungkan kulit bawang dengan teh herbal favorit Anda untuk pengalaman tidur yang lebih baik dan menyegarkan.

9. Melawan Sel Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa kulit bawang merah dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker. Dengan kandungan quercetin dan anthocyanin yang tinggi, kulit bawang memiliki potensi dalam melawan kanker dalam tubuh. Pemakaian bawang dalam masakan tidak hanya akan memberikan cita rasa yang kaya, tetapi juga memberikan kontribusi pada upaya pencegahan kanker.

Meskipun manfaat kulit bawang sudah banyak diketahui, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya potensi dan efek sampingnya. Sebelum mengonsumsi kulit bawang sebagai suplemen atau ramuan, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

Referensi

  1. Anh, P. T. H., Truc, L. T. G., & An, T. T. T. (2023). Shallot peel (Allium ascalonicum L.) extract, the antioxidative, antibacterial properties and fish preservation capacity. Vietnam Journal of Chemistry.
  2. Ayda, S., Ramdani, A., & Mertha, I. G. (2023). The Effect of Shallot Peel (Allium ascalonicum L.) as a Natural Growth Regulatory Substance on Root Growth of Cassava Stem Cuttings (Manihot utilissima). Jurnal Biologi Tropis23(1), 335-341.
  3. Shabir, I., Pandey, V. K., Dar, A. H., Pandiselvam, R., Manzoor, S., Mir, S. A., … & Trif, M. (2022). Nutritional profile, phytochemical compounds, biological activities, and utilisation of onion peel for food applications: a review. Sustainability14(19), 11958.
  4. Rahima, S. A., Dewi, R., Rumastika, N. S., & Helianti, D. (2022). Shallot (Allium cepa L.) Skin Ethanol Extract Neutralizes Liver Oxidative Stress in Diazinon-Induced Wistar Rats.
  5. Uttarawichien, T., Khumsri, W., Suwannalert, P., Sibmooh, N., & Payuhakrit, W. (2021). Onion peel extract inhibits cancer cell growth and progression through the roles of L1CAM, NF-κB, and angiogenesis in HT-29 colorectal cancer cells. Preventive Nutrition and Food Science26(3), 330.
  6. Wang, M., Mao, Y., Wang, B., Wang, S., Lu, H., Ying, L., & Li, Y. (2020). Quercetin Improving Lipid Metabolism by Regulating Lipid Metabolism Pathway of Ileum Mucosa in Broilers. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2020, Article ID: 8686248.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.