Manfaat Daun Mint
Gaya Hidup

14 Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

Manfaat Daun Mint – Mentha telah menjadi bahan alam yang sangat dihargai karena berbagai manfaat kesehatan dan kecantikan yang dimilikinya. Tanaman herbal ini, yang dikenal dengan nama Daun mint, mencakup varietas seperti peppermint dan spearmint, dan telah digunakan dalam berbagai bentuk untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Komposisi Nutrisi Daun Mint

Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan
Sumber Gambar: Freepik

Sebagai tanaman herbal, daun mint mengandung beragam nutrisi penting dalam setiap 100 gramnya. Diantaranya adalah protein (3,8 gram), karbohidrat (15 gram), lemak (0,9 gram), zat besi (5,08 miligram), natrium (31 miligram), folat (114 mikrogram), vitamin C (31,8 miligram), serat (8 gram), kalsium (243 miligram), niasin (vitamin B3) (1.706 miligram), kalium (569 miligram), dan vitamin A (212 mikrogram). Ukuran kecilnya tidak mencerminkan potensi kesehatan yang besar yang tersimpan di dalamnya.

Keunikan daun mint tidak hanya terletak pada kandungan nutrisinya, tetapi juga pada fleksibilitasnya dalam penggunaan sehari-hari. Daun ini dapat dicampurkan dalam berbagai hidangan dan minuman, mulai dari teh, minuman beralkohol, saus, hingga hidangan penutup. Beberapa bahkan memanfaatkan aroma daun mint dalam bentuk minyak esensial, memberikan sentuhan alami pada berbagai produk.

Baca juga: 15 Manfaat Jus Mangga untuk Kesehatan

Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

Saat menatap setiap helai daun mint, seolah-olah sedang berjalan melintasi ladang nutrisi yang melimpah. Namun, kita belum membahas sejauh mana daun mint dapat memberikan manfaat konkret bagi kesehatan. Mari menelusuri keajaiban daun mint dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita.

1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Aromaterapi dengan menggunakan minyak esensial daun mint dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan meredakan stres dan kecemasan, daun mint menjadi pilihan alami bagi mereka yang mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya.

2. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Daun mint tidak hanya memberikan cita rasa menyegarkan pada hidangan, tetapi juga dapat merangsang produksi enzim pencernaan. Sifat antiseptik dan antibakteri daun mint dapat meredakan keluhan pencernaan, seperti sakit perut atau muntah. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak peppermint dan minyak jintan dalam bentuk kapsul memiliki efek serupa dengan obat gangguan pencernaan.

3. Menurunkan Berat Badan dengan Sehat

Daun mint dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan fungsi pencernaan dan metabolisme tubuh. Kapsul minyak daun mint bahkan dapat menekan nafsu makan. Teh daun mint, sebagai minuman rendah kalori, dapat menjadi teman setia dalam program penurunan berat badan.

4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kandungan fosfor, kalsium, dan vitamin seperti C, D, E, serta A dalam daun mint dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, daun mint dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, sakit jantung, atau hipertensi.

5. Melegakan Hidung Tersumbat

Sifat antivirus, antibakteri, dan anti-inflamasi yang dimiliki oleh daun mint dapat melawan virus penyebab flu dan mengatasi hidung tersumbat. Selain itu, sensasi kesegaran menthol yang terdapat dalam daun mint juga dapat memberikan rasa lega pada pernapasan.

6. Meringankan Sindrom Iritasi Usus Besar

Sindrom iritasi usus besar dapat menjadi gangguan kesehatan yang kompleks. Daun mint, dengan senyawa mentolnya, memberikan efek relaksasi pada otot saluran pencernaan. Pada penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pengidap yang mengonsumsi minyak peppermint selama 4 minggu mengalami perbaikan gejala lebih tinggi daripada kelompok plasebo.

7. Mencegah Keracunan Makanan

Sifat antimikroba daun mint dapat menghentikan pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi dalam makanan, menurunkan risiko terjadinya keracunan makanan. Selain itu, daun mint juga dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi penyebab infeksi kulit.

8. Meningkatkan Fungsi Otak

Kandungan mentol dalam daun mint memberikan manfaat positif pada kesehatan otak. Menghirup aroma minyak esensial dari daun mint dapat meningkatkan memori dan suasana hati, memberikan dukungan tambahan bagi fungsi otak yang optimal. Bagaimanapun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya dalam mengatasi penyakit Alzheimer.

9. Mengatasi Bau Mulut

Wangi dari mint bukan hanya menyegarkan napas, tetapi juga dapat membantu mengatasi bau mulut. Obat kumur atau mengunyah daun mint mentah dapat menjadi solusi alami untuk menjaga kebersihan mulut.

10. Mengurangi Komedo

Mint dapat membantu mengatasi masalah komedo. Antioksidan dan mentol dalam daun mint membantu menghilangkan pemicu komedo, memberikan kulit wajah tampilan yang lebih segar dan bersih.

11. Meredakan Gejala PMS

Untuk wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi (PMS), daun mint dapat membantu meredakan kram perut yang sering terjadi. Mengonsumsi air rebusan daun mint selama tiga hari awal menstruasi dapat memberikan kenyamanan yang diinginkan.

12. Mengurangi Nyeri Menyusui

Ibu menyusui juga dapat merasakan manfaat dari daun mint dengan mengurangi rasa nyeri pada payudara. Oleskan daun mint tumbuk atau minyak esensial yang dicampur dengan air untuk mendapatkan efek yang nyaman.

13. Mengatasi Peradangan Jerawat

Daun mint ternyata juga dapat membantu mengatasi peradangan jerawat. Kandungan asam salisilat dan vitamin A membantu mengendalikan minyak berlebih dan memberikan perawatan alami untuk kulit.

14. Mengatasi Gejala Asma

Senyawa dalam mint dapat membantu meningkatkan pengobatan gejala asma, termasuk sesak napas, batuk-batuk, mengi, kelemahan tubuh, dan rasa gelisah.

Baca juga: 16 Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan

Cara Menanam Daun Mint di Rumah

Untuk memiliki pasokan daun mint segar di rumah, dapat mencoba menanamnya sendiri. Berikut adalah beberapa tips bagi pemula dalam menanam daun mint:

  • Ada berbagai jenis daun mint, seperti peppermint dan spearmint. Pilih jenis yang sesuai dengan preferensi Anda atau tujuan penggunaan (misalnya, untuk teh atau masakan).
  • Daun mint tumbuh dengan baik di tempat yang lembab dan teduh. Pastikan tanahnya subur dan dapat menahan air dengan baik.
  • Gunakan Pot atau Wadah Jika memiliki ruang terbatas atau ingin mengendalikan pertumbuhannya.
  • Daun mint membutuhkan nutrisi tambahan. Berikan pupuk organik atau pupuk khusus untuk tanaman herbal secara berkala.
  • Tanaman mint menyukai tanah yang lembab. Pastikan untuk menyiramnya secara teratur, terutama pada musim kemarau.
  • Pemangkasan daun mint secara teratur dapat merangsang pertumbuhan baru dan mencegahnya menjadi terlalu merambat.
  • Periksa tanaman secara berkala untuk mengidentifikasi tanda-tanda penyakit atau serangan hama. Langkah-langkah pencegahan dapat melibatkan penggunaan pestisida alami atau menjaga kebersihan di sekitar tanaman.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memiliki pasokan daun mint segar di rumah, siap digunakan kapan pun diinginkan dan menimati manfaat kesehatan dari daun mint tersebut.

Referensi

  1. Nourish by WebMD (2022). Health Benefits of Mint Leaves.
  2. Nourish by WebMD (2021). Health Benefits of Peppermint.
  3. Nee, J., et al. (2021). Peppermint Oil Treatment for Irritable Bowel Syndrome: A Randomized Placebo-Controlled Trial. The American Journal of Gastroenterology, 116(11), 2279–2285.
  4. Krueger, D., et al. (2020). Peppermint and Caraway Oils Have Muscle Inhibitory and Pro‐secretory Activity in the Human Intestine in Vitro. Neurogastroenterology & Motility, doi:10.1111/nmo.13748.
  5. Kennedy, D., Okello, E., Chazot, P., Howes, M. J., Ohiomokhare, S., Jackson, P., Haskell-Ramsay, C., Khan, J., Forster, J., & Wightman, E. (2018). Volatile Terpenes and Brain Function: Investigation of the Cognitive and Mood Effects of Mentha × Piperita L. Essential Oil with In Vitro Properties Relevant to Central Nervous System Function. Nutrients, 10(8), 1029. https://doi.org/10.3390/nu10081029
  6. Masoumi, S. Z., Asl, H. R., Poorolajal, J., Panah, M. H., & Oliaei, S. R. (2016). Evaluation of mint efficacy regarding dysmenorrhea in comparison with mefenamic acid: A double-blinded randomized crossover study. Iranian journal of nursing and midwifery research, 21(4), 363–367. https://doi.org/10.4103/1735-9066.185574
  7. Göbel, H., Heinze, A., Heinze-Kuhn, K., Göbel, A., & Göbel, C. (2016). Oleum menthae piperitae (Pfefferminzöl) in der Akuttherapie des Kopfschmerzes vom Spannungstyp [Peppermint oil in the acute treatment of tension-type headache]. Schmerz (Berlin, Germany), 30(3), 295–310. https://doi.org/10.1007/s00482-016-0109-6
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.