Manfaat Labu Siam
Gaya Hidup

16 Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan

Manfaat Labu Siam – Chayote, atau yang sering kita kenal dengan sebutan labu siam, adalah sayuran yang tidak hanya memikat dengan warna hijau menyegarkan, tetapi juga dengan deretan manfaat kesehatan yang dapat membawa kehidupan baru pada pola makan kita. Jadi, apa yang sebenarnya membuat labu siam begitu istimewa?

Kandungan Nutrisi Labu Siam

Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan
Sumber Gambar: Freepik

Sebelum memahami manfaatnya, mari kita telaah kandungan nutrisi labu siam. Dalam setiap 100 gram, labu siam mengandung air sebanyak 92,3 gram, energi sekitar 30 kalori, protein 0,6 gram, lemak 0,1 gram, dan karbohidrat sebanyak 6,7 gram. Selain itu, labu siam juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral seperti kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, tembaga, seng, beta-karoten, thiamin (Vit. B1), niacin, dan vitamin C.

Baca juga: Kandungan Nutrisi dan 10 Manfaat Buah Bidara bagi Kesehatan

Manfaat Luar Labu Siam untuk Kesehatan

Setelah menyelami ke dalam kandungan gizinya, mari kita bahas manfaat luar biasa labu siam untuk kesehatan tubuh kita:

1. Menyokong Kehamilan

Bagi para ibu hamil, labu siam merupakan sahabat terbaik. Kandungan folat (vitamin B9) yang tinggi dalam labu siam sangat penting untuk pembentukan sel dan DNA pada janin. Kekurangan folat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi, seperti cacat tabung saraf, masalah jantung, hingga risiko keguguran.

2. Mengontrol Kolesterol dan Berat Badan

Labu siam menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengontrol kolesterol dan menjaga berat badan. Rendah kalori, tanpa kolesterol, dan kaya serat membuatnya menjadi sahabat diet yang ideal. Seratnya membantu mengeluarkan kolesterol melalui feses, efektif untuk menurunkan kadar kolesterol.

3. Mengontrol Tekanan Darah

Dalam dunia penelitian, labu siam telah terbukti membantu mengontrol tekanan darah. Dengan sifat diuretik yang ringan, labu siam dapat memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah, sehingga membantu mengurangi tekanan darah.

4. Penangkal Anemia

Anemia atau kekurangan zat besi dapat diatasi dengan memasukkan labu siam dalam diet. Kandungan zat besi dalam labu siam dapat membantu mengatasi kekurangan hemoglobin dan meningkatkan produksi sel darah merah.

5. Melawan Radikal Bebas

Labu siam bukan hanya lezat, tetapi juga kaya akan antioksidan seperti poliponon, aglikon, dan flavonoid. Antioksidan ini memiliki peran penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penyakit kronis.

6. Potensi Antikanker

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa flavonoid polifenolik dalam labu siam memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Konsumsi rutin labu siam dapat menjadi benteng pertahanan tubuh terhadap risiko kanker.

7. Merawat Kesehatan Organ Hati

Labu siam telah terbukti dapat merawat organ hati. Penelitian menunjukkan bahwa sayuran ini memiliki potensi untuk mencegah dan menyembuhkan lemak hati, termasuk penyakit hati serius seperti hepatitis, sirosis, dan bahkan kanker hati.

8. Membantu Melancarkan Pencernaan

Sembelit pada bayi dapat diatasi dengan memberikan labu siam sebagai bagian dari MPASI. Tingginya serat dalam labu siam efektif melancarkan gerak usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

9. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Vitamin C dalam labu siam berperan sebagai antioksidan kuat yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi labu siam secara rutin, imunitas tubuh si kecil akan tetap prima dan mampu melawan infeksi.

10. Menjaga Kesehatan Mata

Selain wortel, labu siam juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan antioksidan dan vitamin C dalam labu siam dapat melindungi mata dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

11. Menjaga Kesehatan Kulit

Kesehatan kulit bayi juga dapat ditingkatkan dengan memberikan labu siam dalam diet. Vitamin C dalam labu siam merangsang produksi kolagen, menjaga elastisitas dan kelembapan kulit.

12. Menjaga Kestabilan Emosi

Kandungan folat dalam labu siam tidak hanya baik untuk perkembangan janin, tetapi juga dapat membantu menjaga kestabilan emosi anak. Kesehatan mental anak dapat terjaga dengan baik dengan asupan folat yang cukup.

13. Optimalisasi Perkembangan Kognitif

Sayuran ini tidak hanya baik untuk fisik, tetapi juga memberikan kontribusi pada perkembangan kognitif anak. Kandungan antioksidan, flavonoid, dan senyawa lainnya dapat membantu optimalisasi fungsi otak dan perkembangan kognitif.

14. Sumber Energi

Bayi membutuhkan energi untuk aktivitas sepanjang hari. Labu siam dengan kandungan karbohidrat tinggi dapat menjadi sumber energi yang stabil, menjaga staminanya dan membantu perkembangan tubuh yang sehat.

15. Mendukung Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung bukan hanya perhatian orang dewasa, anak-anak juga perlu menjaga organ jantung mereka. Labu siam, dengan kandungan antioksidannya, dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

16. Mengoptimalkan dan Menjaga Fungsi Hati

Meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa labu siam memiliki potensi untuk mengoptimalkan dan menjaga fungsi hati. Kandungan antioksidan dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dan asam lemak pada hati.

Baca juga: 20 Manfaat Brokoli Putih yang Luar Biasa untuk Kesehatan

Cara Mengolah Labu Siam dengan Benar

Meskipun labu siam menyimpan berbagai manfaat, penting untuk memahami cara mengolahnya dengan benar agar nutrisinya tetap terjaga. Memasak labu siam dapat dilakukan dengan merebus bersama kulitnya atau diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera.

Namun, hati-hati saat mengupas labu siam, karena getahnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Pastikan untuk menyaring labu siam hingga benar-benar halus ketika disiapkan untuk bayi, untuk menghindari risiko tersedak.

Cara Terbaik Mengolah Labu Siam untuk MPASI

Tentu, manfaat labu siam dapat dinikmati sepenuhnya jika diolah dengan benar, terutama saat disajikan sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk si kecil. Berikut beberapa tips pengolahan labu siam yang baik:

  • Pastikan memilih labu siam yang segar dan bebas dari kerusakan. Pilihlah yang memiliki kulit yang kencang dan warna yang cerah.
  • Sebelum diolah, pastikan untuk mencuci labu siam secara menyeluruh. Mengupasnya terlebih dahulu jika ingin menghindari getah yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Labu siam dapat diolah dalam berbagai cara, mulai dari direbus, ditumis, hingga dikukus. Pilihan metode tergantung pada preferensi dan kebutuhan nutrisi.
  • Ketika mengolah labu siam, pastikan untuk menghindari getah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
  • Jika labu siam akan diberikan kepada bayi sebagai MPASI, pastikan untuk menyaringnya hingga benar-benar halus. Ini dapat membantu menghindari efek tersedak dan memastikan bayi dapat menikmati manfaat gizi labu siam secara optimal.
  • Meskipun labu siam memberikan berbagai manfaat, penting untuk menciptakan variasi dalam menu MPASI anak. Kombinasikan dengan sayuran dan makanan sehat lainnya untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang.

Efek Samping dan Kewaspadaan

Penting untuk dicatat bahwa, seperti halnya makanan lainnya, labu siam juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa obat, seperti aspirin, dapat berinteraksi dengan labu siam, sehingga konsultasi dengan profesional kesehatan dianjurkan. Alergi terhadap labu siam jarang terjadi, tetapi bukan tidak mungkin. Gejala alergi termasuk gatal-gatal, bengkak pada mulut, pilek, dan hidung meler.

Dengan memahami potensi penuh dari sayuran ini, kita dapat memberikan kontribusi positif untuk kesehatan kiat sekeluarag. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati keajaiban labu siam!

Referensi

  1. Nourish by Web MD. Health Benefits of Chayote. Diakses pada 2023.
  2. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Diakses pada 2023. Sechium edule Shoot Extracts and Active Components Improve Obesity and a Fatty Liver That Involved Reducing Hepatic Lipogenesis and Adipogenesis in High-Fat-Diet-Fed Rats.
  3. Journal of Physics: Conference Series. Antioxidant Activity Test of Chayote (Sechium edule (Jacq.) Swartz) Ethanol Extract using DPPH Method. Diakses pada 2023.
  4. Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Diakses pada 2023. from http://panganku.org/id-ID/semua_nutrisi
  5. Folate for pregnant women. Retrieved November 14, 2023, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/folate-for-pregnant-women
  6. Fatty Liver Disease: Risk Factors, Symptoms, Types & Prevention. Retrieved November 14, 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15831-fatty-liver-disease
  7. Salazar-Aguilar, S., Ruiz-Posadas, L., Cadena-Iñiguez, J., Soto-Hernández, M., Santiago-Osorio, E., & Aguiñiga-Sánchez, I. et al. (2017). Sechium edule (Jacq.) Swartz, a New Cultivar with Antiproliferative Potential in a Human Cervical Cancer HeLa Cell Line. Nutrients, 9(8), 798. doi: 10.3390/nu9080798
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.