Manfaat Cokelat
Gaya Hidup

13 Manfaat Cokelat untuk Kesehatan

Manfaat Cokelat – Cokelat berasal dari biji kakao, dan proses pembuatannya melibatkan fermentasi, pengeringan, pemanggangan, dan penggilingan biji kakao. Hasil akhir dari proses ini adalah produk yang telah memikat hati banyak orang di seluruh dunia.

Tidak semua cokelat diciptakan sama. Ada beberapa jenis cokelat yang umumnya dikenal, yaitu:

  • Dark Chocolate (Cokelat Hitam), memiliki kandungan kakao yang tinggi dan lebih sedikit gula, dianggap sebagai pilihan terbaik untuk kesehatan.
  • Milk Chocolate (Cokelat Susu), Lebih manis dan lebih creamy, cokelat susu mengandung lebih banyak gula dan susu.
  • White Chocolate (Cokelat Putih), tidak mengandung massa kakao, hanya lemak kakao, gula, dan susu.

Sebelum kita membahas manfaat cokelat secara rinci, mari lihat apa yang sebenarnya ada di dalamnya. Setiap gigitan cokelat membawa berbagai komponen nutrisi, termasuk karbohidrat, asam amino triptofan, fenilalanin, tyrosin, dan lemak. Selain itu masih terdapat senyawa seperti alkaloid yang memberikan rasa pahit pada cokelat.

Manfaat Cokelat untuk Kesehatan

Manfaat Cokelat untuk Kesehatan
Sumber Gambar: Freepik

Sekarang, mari kita bahas secara lebih mendalam mengenai manfaat cokelat yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh.

1. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Hasil penelitian menunjukan bahwa antioksidan dalam cokelat diyakini dapat mencegah kerusakan sel yang menjadi salah satu penyebab kanker. Meskipun penelitian masih terbatas, namun konsumsi cokelat secara teratur telah terbukti dapat menurunkan risiko terkena kanker.

2. Menjaga Kesehatan Otak

Selain memanjakan lidah, cokelat, terutama dark chocolate, dapat membantu menjaga kesehatan otak. Beberapa studi membuktikan, kandungan flavonoid dan katekin dalam cokelat dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan mencegah penurunan fungsi otak. Dengan menambahkan cokelat dalam pola makan sehat, Anda dapat menjaga otak tetap prima dan terhindar dari risiko demensia.

3. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Senyawa flavonoid dalam cokelat ternyata bukan hanya sekadar penambah rasa, tapi juga ajaib untuk sirkulasi darah. Bayangkan, dengan sekadar menyantap cokelat, pembuluh darah di otak pun melebar, menciptakan aliran darah yang lebih lancar. Ini bukan cuma berarti menikmati rasa nikmat cokelat, tapi juga memberi manfaat pada kesehatan jantung kita.

4. Menurunkan Kolesterol

Saat membicarakan kesehatan jantung, kita tak bisa lepas dari masalah kolesterol. Nah, cokelat justru dapat bermanfaat menurunkan kadar kolesterol LDL alias lemak jahat. Bukan hanya itu, cokelat juga berperan meningkatkan kadar kolesterol HDL, lemak baik dalam tubuh. Jadi, sebelum khawatir dengan kolesterol, pertimbangkan untuk menyisipkan sedikit cokelat dalam pola makan sehat.

5. Mengontrol Gula Darah

Tak hanya berkaitan dengan kolesterol, flavonoid dalam cokelat juga memiliki peran penting dalam mengontrol kadar gula darah. Ini berarti cokelat dapat membantu mencegah resistensi insulin dan risiko diabetes. Namun, tetap selektif dalam memilih jenis cokelat yang dikonsumsi, karena beberapa varian cokelat dapat mengandung gula tambahan yang sebaiknya dihindari.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukan, senyawa kimia dalam cokelat memiliki kemampuan membantu kelancaran sistem kardiovaskuler. Bagi yang rajin mengonsumsi dark chocolate, risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung pun dapat berkurang. Jadi, daripada hanya menggantungkan harapan pada obat-obatan, cokelat bisa menjadi sahabat jantung terbaik.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan flavonoid dalam cokelat tidak hanya bermanfaat untuk jantung, tapi juga untuk sistem kekebalan tubuh. Beberapa studi mengungkapkan, flavonoid memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Dengan begitu, tubuh kita akan lebih kuat melawan serangan bakteri dan virus penyebab penyakit.

8. Menghambat Penuaan Dini

Penuaan adalah takdir alamiah, tapi mengapa tidak mencoba memperlambatnya sedikit? Cokelat, dengan kandungan antioksidan alaminya, dapat membantu menghambat penuaan dini. Say goodbye pada kerutan di wajah dan sambutlah kulit yang tetap segar dengan sekali-kali menikmati sepotong cokelat.

9. Antidepresan Alami

Saat hati sedang mendung, cokelat bisa menjadi sinar matahari bagi jiwa. Studi menunjukan, kandungan senyawa serotonin dalam cokelat membuatnya menjadi antidepresan alami yang efektif. Jadi, ketika stres atau depresi datang, jangan ragu untuk menghibur diri dengan secangkir cokelat hangat. Bukan hanya memanjakan rasa, tapi juga mendongkrak mood secara alami.

10. Menurunkan Tekanan Darah

Flavonoid dalam cokelat berfungsi sebagai antioksidan yang menurunkan tekanan darah dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Jadi, selain minum obat dari dokter, cobalah nikmati sedikit kelezatan cokelat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

11. Energi, Mood, dan Nafsu Makan

Penelitian terpubilasi mengungkapkan, kafein yang terkandung dalam cokelat dapat meningkatkan energi, sedangkan hormon endorfin dan serotonin yang diproduksi otak setelah mengonsumsi cokelat bisa memperbaiki mood Anda. Tidak hanya itu, cokelat juga bisa membantu mengendalikan nafsu makan, menjaga berat badan agar tetap ideal.

12. Menurunkan Kolesterol dan Mencegah Penyakit Jantung

Cokelat, melalui kandungan flavonoidnya, dapat turut serta dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Ini bukan hanya sekadar klaim tanpa dasar, tapi telah didukung oleh berbagai penelitian. Kolesterol jahat (LDL) yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung dapat dikelola dengan rajin mengonsumsi cokelat.

13. Pelindung dari Stroke

Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, cokelat juga dapat berperan sebagai pelindung dari risiko stroke. Flavonoid dalam cokelat dapat melancarkan aliran darah dan mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut, namun potensi cokelat sebagai pencegah stroke patut menjadi perhatian.

Kelezatannya bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas. Dengan memilih cokelat berkualitas tinggi, memperhatikan porsi, dan merespons tubuh dengan baik, kita dapat menjadikan cokelat sebagai bagian integral dari gaya hidup sehat.

Referensi

  1. Garbarino, S., Garbarino, E., & Lanteri, P. (2022). Circadian Rhythm, Mood, and Temporal Patterns of Eating Chocolate: A Scoping Review of Physiology, Findings, and Future Directions. Nutrients, 14(15), doi: 10.3390/nu14153113.
  2. Ajmera, R. Can Dark Chocolate Help You Lose Weight? Healthline. Diakses pada 2023.
  3. Scott, E. Yes! Dark Chocolate Can Actually Lower Our Stress Levels—Here’s Why. Verywell Mind. Diakses pada 2023.
  4. Gleim, S. Health Benefits of Dark Chocolate. WebMD. Diakses pada 2023.
  5. Gunnars, K. 7 Proven Health Benefits of Dark Chocolate. Healthline. Diakses pada 2023.
  6. Cleveland Clinic. Dark Chocolate Health Benefits. Diakses pada 2023.
  7. Groth, L. Can Dark Chocolate Improve Your Immunity? Everyday Health. Diakses pada 2023.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.