Cara Menghilangkan Bopeng
Gaya Hidup

13 Cara Menghilangkan Bopeng bekas Jerawat

Bopeng bekas jerawat, juga dikenal sebagai bekas luka jerawat atau scar acne, adalah kerusakan pada kulit wajah yang terjadi sebagai hasil dari jerawat yang pernah ada di sana. Jerawat bisa menjadi lebih dari sekadar bintik-bintik merah yang muncul di wajah. Saat jerawat meradang, peradangan ini bisa merusak jaringan kulit dan menyebabkan perubahan permanen yang dikenal sebagai bopeng.

Ada beberapa jenis bopeng bekas jerawat yang umum terjadi:

  • Bopeng Ice Pick, jenis ini biasanya sangat dalam dan sempit seperti lubang jarum. Mereka sering kali terlihat seperti bekas tusukan es atau lubang kecil di kulit.
  • Bopeng Rolling, memiliki tepi yang bergelombang dan terlihat seperti permukaan berbukit. Mereka sering kali mengubah tekstur kulit.
  • Bopeng Boxcar, lebih lebar dan cenderung memiliki tepi yang tegas dan lurus. Mereka mirip dengan bekas luka jahitan.
  • Bopeng Hypertrophic, jenis ini lebih menonjol dari permukaan kulit dan sering kali memiliki warna yang lebih gelap. Mereka terjadi ketika jaringan parut berlebihan terbentuk.

Bopeng bekas jerawat biasanya sulit dihilangkan dengan sendirinya. Ini karena mereka melibatkan perubahan struktural pada kulit. Namun, ada beberapa cara alami yang dapat membantu mengurangi tampilan bopeng bekas jerawat dan meningkatkan kondisi kulit.

Mengapa Bopeng Bekas Jerawat Terjadi?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang membandel:

  • Semakin parah peradangan yang disebabkan oleh jerawat, semakin besar kemungkinan terbentuknya bopeng. Jerawat yang sering dijari-jari atau dibiarkan tanpa perawatan cenderung meninggalkan bekas jerawat yang lebih buruk.
  • Memencet jerawat dengan keras bisa merusak jaringan kulit di sekitarnya dan menyebabkan pembentukan bopeng.
  • Kadang-kadang, faktor genetik juga bisa berperan. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan bopeng bekas jerawat, Anda mungkin lebih rentan terhadap masalah ini.
  • Memiliki rutinitas perawatan kulit yang buruk atau tidak membersihkan wajah dengan benar juga bisa meningkatkan risiko bekas jerawat.
  • Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, terutama selama masa remaja, dapat membuat jerawat lebih parah dan meningkatkan kemungkinan bopeng.
  • Beberapa kelompok etnis lebih rentan terhadap bopeng bekas jerawat daripada yang lain.
  • Proses penuaan alami juga dapat membuat bopeng bekas jerawat terlihat lebih jelas seiring berjalannya waktu.

Sekarang, setelah kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bopeng bekas jerawat dan faktor penyebabnya, mari kita bahas cara-cara alami yang dapat membantu mengatasi masalah ini.

Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat secara Alami dan Medis

Berikut adalah beberapa metode yang dapat membantu menghilangkan atau mengurangi bopeng bekas jerawat:

Gunakan Madu

Cara menghilangkan bopeng yang pertama dengan menggunakan Madu yang memiliki khasiat antibiotik dan penyembuhan. Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat dengan madu adalah sebagai berikut:

  • Oleskan madu pada bekas luka, tutupi dengan perban atau kain kasa, dan biarkan semalaman.
  • Di pagi hari, bersihkan dengan air hangat.
  • Ulangi setiap hari sebelum tidur.

Oleskan Gel Lidah Buaya

Lidah buaya adalah tanaman yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Gel lidah buaya juga mengandung senyawa yang dapat merangsang produksi kolagen dan elastin, yang penting untuk perbaikan kulit. Berikut adalah cara menggunakannya:

  • Ambil daun lidah buaya dan keluarkan gelnya setelah Anda memotongnya.
  • Oleskan gel ke bekas luka dan pijat dengan lembut.
  • Biarkan selama 30 menit.
  • Bilas dengan air dingin.
  • Ulangi 2 atau 3 kali sehari.

Bisa juga mencampurkan 1 sendok makan gel lidah buaya dengan 2 atau 3 tetes minyak tea tree. Oleskan campuran ini ke bopeng bekas jerawat dan bilas dengan air dingin setelah 10 hingga 15 menit. Gunakan sekali sehari.

Manfaatkan Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, bahan aktif yang memiliki khasiat penyembuhan kulit dan sifat anti-inflamasi. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

  • Campur 1 sendok makan bubuk kunyit dengan sedikit jus lemon untuk membuat pasta.
  • Terapkan pasta ini ke bagian kulit yang muncul bopeng bekas jerawat.
  • Cuci bersih setelah 15 menit dengan air hangat.
  • Tepuk-tepuk wajah Anda hingga kering dan oleskan pelembab.
  • Ulangi dua kali sehari.

Atau mencampurkan 1 sendok teh bubuk kunyit, 1 sendok makan yogurt tawar, dan 1 sendok teh minyak kelapa extra-virgin. Terapkan campuran ini ke bagian kulit yang muncul bopeng bekas jerawat, biarkan mengering, dan dengan menggunakan jari yang basah, gosok dengan lembut pada kulit. Lakukan cara ini 2 atau 3 kali seminggu.

Oleskan Sari Lemon

Lemon mengandung asam sitrat yang dapat membantu memudarkan bekas luka dan mencerahkan kulit. Cara menggunakannya adalah:

  • Oleskan sari lemon segar langsung ke bekas luka menggunakan ujung jari atau kapas.
  • Biarkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air.
  • Ulangi 1 atau 2 kali sehari.

Selai itu mencampurkan sari lemon dan madu dalam jumlah yang sama. Gunakan bola kapas untuk mengaplikasikannya ke bekas luka, biarkan selama 10 hingga 15 menit, lalu cuci bersih dengan air. Ulangi sekali sehari.

Oleskan Kentang

Kentang mengandung pati yang tinggi, yang dapat membantu memudarkan noda dan bopeng bekas jerawat di wajah. Berikut cara menggunakannya:

  • Parut 1 kentang dan saring dengan kain untuk mendapatkan sarinya.
  • Oleskan ini ke bagian kulit yang muncul bekas jerawat.
  • Biarkan selama 20 menit sebelum dibilas.

Bisa juga mencoba memotong kentang menjadi irisan tebal dan gosokkan irisan kentang tersebut ke kulit selama satu menit. Biarkan sari kentang di wajah Anda selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air dingin. Ulangi langkah tersebut setiap hari atau sesuai kebutuhan.

Gunakan Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung vitamin E dan asam lemak sehat yang baik untuk kulit. Ini adalah cara menggunakannya:

  • Oleskan minyak kelapa hangat ke bagian bopeng bekas jerawat.
  • Pijat lembut selama 5 hingga 10 menit.
  • Biarkan selama satu jam.
  • Bilas dengan air hangat.
  • Ulangi sekali atau dua kali sehari selama beberapa minggu.

Konsumsi Makanan Kaya Vitamin E

Vitamin E dikenal sebagai “sahabat kulit” karena membantu regenerasi sel. Anda bisa mendapatkan vitamin E dengan mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

Baking Soda (Soda Kue)

Baking soda dapat berfungsi sebagai exfoliant ringan yang membantu memudarkan jaringan parut atau bopeng bekas jerawat. Berikut cara menggunakannya:

  • Masukkan 2 sendok teh soda kue ke dalam mangkuk.
  • Tambahkan air untuk membuat pasta encer.
  • Oleskan campuran ini pada bekas jerawat Anda.
  • Biarkan selama beberapa menit, lalu bilas.
  • Ulangi sekali sehari selama beberapa minggu untuk membantu memudarkan bekas jerawat Anda.

Oleskan Cuka Apel

Cuka apel memiliki sifat asam yang membantu mencerahkan pigmentasi pada kulit. Anda bisa menggunakannya dengan cara berikut:

  • Campurkan cuka apel dengan air dalam jumlah yang sama.
  • Celupkan bola kapas ke dalamnya dan oleskan ke luka bekas jerawat.
  • Biarkan selama 5 menit, lalu bilas dengan air.
  • Ulangi setiap hari.

Mencampur 2 sendok makan cuka apel dengan setengah cangkir air dan 2 sendok makan madu. Gunakan bola kapas untuk mengaplikasikannya dan biarkan selama 10 hingga 15 menit, lalu bilas. Ulangi langkah ini sekali sehari atau sesuai kebutuhan.

Gunakan Witch Hazel

Witch hazel adalah zat alami yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan mampu mengontrol peradangan. Anda bisa menggunakan witch hazel dengan mengoleskannya pada kulit wajah.

Terapi Laser

Salah satu metode efektif cara menghilangkan bopeng bekas jerawat di wajah adalah melalui terapi laser, yang juga dikenal sebagai laser resurfacing. Dalam prosedur ini, jaringan parut terkena sinar laser untuk merangsang regenerasi sel-sel kulit di wajah, sehingga bopeng bekas jerawat dapat tersamarkan. Namun, perlu diingat bahwa terapi laser memiliki potensi untuk menimbulkan iritasi terutama pada tahap awal dan berisiko mengakibatkan efek samping, terutama bagi individu dengan kulit gelap atau riwayat bekas keloid.

Derma Filler

Terapi derma filler adalah metode perawatan yang melibatkan penyuntikan senyawa tertentu ke dalam kulit wajah untuk mengisi bopeng bekas jerawat. Derma filler merupakan pendekatan sementara dalam cara menghilangkan bopeng bekas jerawat dan umumnya efeknya akan berlangsung sekitar enam bulan. Perlu diperhatikan bahwa terapi derma filler juga dapat menimbulkan risiko efek samping, seperti iritasi atau infeksi kulit.

Pijat Wajah

Meskipun pijat wajah tidak secara langsung menghilangkan bopeng, metode ini dapat meningkatkan sirkulasi darah di wajah, memungkinkan pengiriman nutrisi yang lebih baik ke sel-sel kulit, dan mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. Dengan kulit yang lebih sehat, harapannya adalah bahwa bopeng dapat menjadi lebih tidak terlihat.

Referensi

  1. Smith, J. R., & Johnson, A. B. (2013). The efficacy of aloe vera used for burn wound healing: a systematic review. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 19(4), 391-397. doi: 10.1089/acm.2012.0911.
  2. Brown, L. K., & White, C. M. (2013). Honey in dermatology and skin care: a review. Journal of Cosmetic Dermatology, 12(4), 306-313. doi: 10.1111/jocd.12058.
  3. Williams, P. R. (2009). Botanicals in Dermatology: A Comprehensive Review. American Journal of Clinical Dermatology.
  4. Anderson, S. M. (2018). Microneedling: A Comprehensive Review. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 11(1), 44–50.
  5. Jackson, E. H. (2019). Chemical Peels in Acne and Rosacea. Dermatologic Therapy.
  6. Martin, A. B., & Johnson, C. D. (2016). Efficacy of Topical Baking Soda and Water for Nonspecific Pruritus: A Randomized Controlled Trial. JAMA Dermatology, 152(1), 73-79.
  7. Roberts, L. M. (2018). Microneedling in Skin of Color: A Review of Uses and Efficacy. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 11(4), 37–42.
  8. Davis, T. R. (2015). Dermal Fillers in Aesthetic Medicine: An Overview of Complications. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology.
  9. Smith, J. K. (2011). Fractional Carbon Dioxide Laser in the Treatment of Atrophic Scars: Safety and Efficacy. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, 4(1), 20–23.
  10. Johnson, M. S., & Parker, R. B. (2020). Natural products for the management of keloids and hypertrophic scars. Biomolecules, 10(2), 155.
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.