tips mengatasi mabuk perjalana
Gaya Hidup

10 Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan

Tips mengatasi mabuk perjalanan – Mabuk perjalanan, atau yang sering disebut juga sebagai motion sickness, merupakan masalah yang kerap dialami oleh banyak orang saat melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan, seperti mobil, pesawat, kapal, atau kereta api. 

Namun, jangan khawatir! Terdapat beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatasi mabuk perjalanan dan menikmati perjalanan tanpa gangguan. Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai strategi yang efektif untuk mengurangi atau mengatasi mabuk perjalanan. Mari kita mulai!

Penyebab Mabuk Perjalanan

Mabuk saat melakukan perjalanan timbul akibat terganggunya mekanisme pengaturan posisi dan keseimbangan tubuh di dalam otak dan telinga bagian dalam. Telinga dalam dan otak, terutama otak kecil, berperan sebagai pusat pengendali keseimbangan dan posisi tubuh.

Ketika tubuh bergerak, seperti dalam posisi berbaring, duduk, berjalan, berputar, dan berdiri, sistem saraf terus mengirimkan sinyal ke otak dan telinga bagian dalam untuk memantau perubahan posisi.

Individu yang cenderung sering mengalami mabuk perjalanan umumnya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dan kesulitan dalam mengatur berbagai sinyal saraf yang diteruskan ke otak dan telinga dalam. Inilah yang menyebabkan gejala mual, pusing, dan ketidaknyamanan selama perjalanan. Gejala-gejala ini pada akhirnya menghasilkan kondisi mabuk perjalanan.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mabuk perjalanan, antara lain:

  • Kelainan pada telinga bagian dalam.
  • Membaca buku atau menggunakan ponsel di dalam kendaraan.
  • Riwayat migrain atau vertigo.
  • Pengalaman sebelumnya dengan mabuk perjalanan.
  • Perubahan hormonal akibat kehamilan, menstruasi, atau penggunaan pil KB.

baca juga: Cara Agar Kulit Putih Permanen yang Mempesona

Gejala Mabuk Perjalanan

Awalnya, gejala mabuk perjalanan dapat terasa ringan, namun kemudian dapat memburuk menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu. Intensitas gejalanya juga akan meningkat saat berada dalam kendaraan yang kurang sirkulasi udara, kurang ventilasi, menggunakan produk harum yang kuat, atau di lingkungan yang terpenuhi asap rokok.

Beberapa tanda dan gejala yang timbul akibat mabuk perjalanan meliputi:

  • Sensasi pusing
  • Rasa sakit kepala
  • Kulit yang pucat
  • Keringat dingin
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Pernafasan yang cepat atau terengah-engah
  • Perasaan gelisah
  • Peningkatan produksi air liur
  • Sensasi mual dan muntah

Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan

Berikut ini beberap tips mengatasi mabuk perjalanan yang dapat Anda coba.

Mengkomsumsi Jahe dan Pepermint

jahe

Mengonsumsi minuman jahe atau permen mint adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Tindakan ini dapat membantu meredakan dan mencegah mual serta muntah yang disebabkan oleh mabuk kendaraan. Selain manfaat tersebut, aroma jahe dan permen mint juga diyakini dapat memberikan efek menenangkan pada tubuh.

Atur Posisi Duduk

atur posisi duduk

Mabuk perjalanan dapat menjadi lebih parah atau lebih mudah kambuh ketika Anda duduk menghadap belakang atau samping. Oleh karena itu, disarankan untuk mengubah posisi duduk Anda agar lebih nyaman di dalam kendaraan.

Misalnya, jika Anda berada di pesawat, duduklah di bagian sayap dan dekat jendela. Hindari duduk menghadap belakang saat menggunakan kapal, kereta api, atau bus, dan usahakan untuk menghadap ke depan saat berkendara dengan mobil. Dengan mengatur posisi duduk ini, Anda mungkin dapat mengurangi gejala mabuk perjalanan yang Anda alami.

Menghirup Aroma Terapi

minyak lavender

Salah satu cara mengatasi mabuk perjalanan adalah dengan menggunakan aromaterapi atau minyak aroma. Metode ini dapat membantu meredakan rasa mual dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh mabuk perjalanan. Aromaterapi melibatkan penggunaan minyak esensial, seperti lavender, eucalyptus, atau lemon. Anda dapat memilih aroma yang paling Anda sukai untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

baca juga: Cara Mengatasi Insomnia untuk Hidup Lebih Sehat

Hindari Membaca Buku atau Bermain Hp

Hindari Membaca Buku atau Bermain Hp

Membaca buku atau menggunakan ponsel saat dalam perjalanan dapat menyebabkan rasa pusing atau mual karena ketidakselarasan antara informasi yang diterima oleh mata dan telinga. Ketika mata terfokus pada objek yang tidak bergerak, tubuh kita masih merasakan getaran dan guncangan saat perjalanan. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh dan menyebabkan mual atau pusing.

Ventilasi dan Udara Segar

Ventilasi dan Udara Sega

Udara segar dan ventilasi yang baik di dalam kendaraan juga dapat membantu mengurangi mabuk perjalanan. Buka jendela jika memungkinkan atau nyalakan ventilasi udara di mobil atau pesawat. Menghirup udara segar dapat membantu meredakan sensasi mual dan menyegarkan pikiran Anda.

Jika berada di dalam kapal atau kereta api yang tidak memiliki akses langsung ke udara segar, cobalah pergi ke area terbuka di kapal atau kereta ketika ada kesempatan. Menghirup udara segar dari luar dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan.

Fokus pada Titik Tetap

Mengalihkan fokus penglihatan Anda pada titik tetap dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan. Cobalah untuk mengamati objek yang berada di kejauhan, seperti pemandangan di luar jendela atau garis horison. Hindari membaca buku atau menatap perangkat elektronik, karena aktivitas ini dapat membuat mata fokus pada objek yang bergerak, yang dapat memperburuk mabuk perjalanan.

Jika Anda merasa tidak nyaman, cobalah menutup mata sejenak dan bersantai. Mengurangi rangsangan visual dapat membantu meredakan gejala mabuk perjalanan.

Baca juga: Tata Cara dan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Hindari Makanan Berat Sebelum Perjalanan

Makanan berat sebelum perjalanan dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan. Hindarilah makan makanan yang berat, berlemak, atau pedas sebelum melakukan perjalanan. Sebaliknya, pilih makanan yang ringan, mudah dicerna, dan sehat. Buah-buahan segar, roti gandum, atau yogurt adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk dikonsumsi sebelum perjalanan.

Selain itu, perhatikan juga asupan cairan Anda. Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik sebelum dan selama perjalanan. Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan mengurangi gejala mabuk perjalanan.

Pilih Posisi yang Nyaman

Posisi duduk yang nyaman dapat berperan penting dalam mengurangi gejala mabuk perjalanan. Jika Anda memiliki pilihan, cobalah duduk di kursi depan atau di tengah kendaraan, karena di sana Anda akan merasakan gerakan kendaraan dengan lebih sedikit. Hindari duduk di tempat yang terlalu dekat dengan mesin atau roda kendaraan, karena getaran yang ditimbulkan dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan.

Cobalah mengatur posisi duduk Anda. Dalam mobil, coba letakkan kursi Anda sedikit lebih tegak, dan jangan lupa untuk mengatur sandaran kepala agar posisi kepala tetap stabil. Di pesawat, atur kursi Anda agar sedikit condong ke belakang. Menemukan posisi yang nyaman dapat membantu mengurangi sensasi mabuk perjalanan.

Baca juga: Niat Mandi Wajib Haid: Doa, Tata Cara dan Manfaatnya

Gunakan Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam dan meditasi, dapat membantu mengurangi stres dan mabuk perjalanan. Saat Anda merasakan gejala mabuk perjalanan, coba hentikan aktivitas Anda sejenak dan fokus pada pernapasan dalam. Tarik napas melalui hidung perlahan dan hembuskan melalui mulut secara perlahan. Latihan ini dapat membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan gejala mabuk perjalanan.

Mendengarkan musik yang menenangkan atau memutar audiotape relaksasi juga bisa membantu. Terdengar suara ombak atau aliran sungai dapat membantu menenangkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari gejala mabuk perjalanan.

Minum Obat Anti Mabuk

Mabuk perjalanan biasanya tidak merupakan kondisi yang serius dan dapat diatasi dengan menggunakan obat anti mabuk. Obat ini sebaiknya diminum satu hingga dua jam sebelum perjalanan, baik sebelum munculnya gejala atau setelah gejala muncul. Dokter biasanya meresepkan obat-obatan seperti domperidone, metoclopramide, atau ondansetron untuk mencegah mabuk perjalanan.

Namun, penting untuk diingat bahwa beberapa obat mencegah mabuk perjalanan dapat menyebabkan efek samping berupa kantuk. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi obat tersebut saat Anda harus mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat mencegah mabuk perjalanan dan ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan instruksi dokter.

Terakhir, ingatlah bahwa setiap orang dapat memiliki respons yang berbeda terhadap mabuk perjalanan. Tips-tips di atas merupakan strategi yang umumnya efektif, tetapi tidak ada metode yang mutlak berhasil untuk setiap individu. Cobalah berbagai metode dan temukan apa yang paling baik bagi Anda.

Baca juga: SEO vs PPC: Kelebihan dan Kekurangan

Kesimpulan

Dengan menerapkan tips mengatasi mabuk perjalanan di atas, Anda dapat mengatasi mabuk perjalanan dan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Jangan biarkan mabuk perjalanan menghalangi kesenangan dan pengalaman berharga selama perjalanan Anda. Selamat menjelajah dunia dengan bebas dan tanpa gangguan mabuk perjalanan!

Referensi

  1. https://yankes.kemkes.go.id
  2. https://www.siloamhospitals.com
  3. https://dinkes.acehprov.go.id
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.