Tata Cara sholat Isya
Khazanah

Tata Cara Sholat Isya 4 Rakaat

Dalam agama Islam, sholat adalah salah satu ibadah utama yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sholat adalah cara bagi umat Islam untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, mengungkapkan rasa syukur, dan memohon petunjuk serta keberkahan-Nya. Salah satu dari lima sholat wajib dalam sehari semalam adalah Sholat Isya. Sholat Isya adalah sholat terakhir dalam sehari yang perlu dilaksanakan oleh muslim, dan dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai tata cara Sholat Isya empar rakaat.

Perintah melaksanaan sholat dijelaskan pada sebuah hadist:


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم بعث مُعَاذَا رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ ادْعُهُمْ إلى شهادة أن لا إله إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنْ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَن صَلوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَليْلة….. (رواه البخاري)

Artinya: Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Nabi SAW mengutus Muadz RA ke Yaman dan menyampaikan pesan kepadanya, “Sampaikanlah kepada penduduk Yaman agar bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah. Apabila mereka menerima dan taat terhadap ajaran ini, beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan lima kali sholat dalam sehari semalam…” (HR Bukhari)

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya tentang pentingnya menjalankan sholat sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Sholat adalah sarana untuk mengukuhkan iman, mengingat Allah, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Tata Cara Sholat Isya 4 Rakaat

Menyadur dari halaman NU Online, mari kita bahas tata cara Sholat Isya 4 rakaat secara lengkap. Sholat Isya terdiri dari empat rakaat, dan berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Berdiri Tegak Menghadap Kiblat

Berdiri tegak menghadap kiblat adalah posisi awal dalam Sholat Isya. Jika Anda mampu, berdirilah dengan kedua kaki rapat, tangan di sisi tubuh, dan pandangan mata menghadap ke tempat sujud. Namun, jika Anda tidak mampu berdiri, misalnya karena sakit atau lumpuh, Anda boleh duduk sambil menghadap kiblat.

2. Membaca Niat Sholat Isya

Berikut ini adalah bacaan niat Sholat Isya, baik untuk sholat sendiri (munfarid), sebagai imam, atau sebagai makmum:

Niat Sholat Isya Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى.

Usholli fardlol i’syaa-i arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat saat ini karena Allah taala.”

Niat Sholat Isya Berjamaah (Sebagai Imam)

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى.

Usholli fardlol i’syaa-i arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an makmuman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat saat ini, sebagai imam karena Allah taala.”

Niat Sholat Isya Berjamaah (Sebagai Makmum)

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى.

Usholli fardlol i’syaa-i arba’a roka’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an imaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat saat ini, sebagai makmum karena Allah taala.”

Niat sholat harus dilakukan dalam hati dan dengan kesungguhan. Ini adalah langkah awal yang penting sebelum memulai Sholat Isya.

Baca juga: Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Maghrib

3. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram adalah langkah berikutnya dalam Sholat Isya. Ini dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu sambil mengucapkan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar). Takbiratul Ihram menandai dimulainya sholat.

4. Membaca Doa Iftitah

Setelah Takbiratul Ihram, baca doa iftitah:

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا . وسبحان الله بكرة وأصيلاً إلى وجهت وجهي للذى قطر السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ حَنِيفًا مُسلما وما أنا من الْمُشْرِكين. إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين . لا شريك له وبذلك أُمرت وأنا من المُسلمين.

“Allahu akbar kabiiraw walhamdulillaahi katsiiraw wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal-ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. laa syariika lahuu wabidzaalika umirtu wa-anaa minal muslimiin.”

5. Membaca Surah Al Fatihah

Setelah doa iftitah, bacalah Surah Al Fatihah, surah pembuka yang wajib dibaca dalam setiap rakaat sholat. Surah ini memiliki makna yang sangat dalam, dan merupakan doa untuk petunjuk dari Allah.

6. Membaca Surah Pendek

Setelah Al Fatihah, bacalah surah lain dalam sholat Isya. Anda dapat memilih surah-surah pendek yang Anda hafal. Ada banyak surah pendek yang dapat Anda baca, seperti Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas. Surah pendek ini adalah pilihan yang baik jika Anda belum menghafal surah-surah yang lebih panjang.

7. Rukuk

Setelah membaca surah, lanjutkan ke rukuk. Rukuk adalah gerakan membungkuk dengan tangan menjulur ke lutut. Ketika rukuk, bacalah “Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wabihamdih” yang berarti “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan dengan memuji kepada-Nya.”

8. I’tidal

Setelah rukuk, bangkitlah kembali ke posisi tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu sambil membaca “Sami allaahu liman hamidah” yang berarti “Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.” Kemudian bacalah doa, “Rabbanaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wamil-u maasyita min syai-in ba’du,” yang berarti “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”

9. Sujud Pertama

Setelah i’tidal, lakukan sujud pertama. Sujud adalah gerakan membungkuk dengan tangan, dahi, hidung, dua lutut, dan ujung dua tapak kaki menyentuh lantai. Sambil sujud, bacalah “Subhaana rabbiyal a’laa wabihamdih” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji kepada-Nya) sebanyak tiga kali.

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, duduklah sebentar di antara dua sujud. Posisikan tangan di atas kedua paha dan bacalah “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii aarzuqnii wahdinii wa’aafinii aa’fu ‘annii” yang berarti “Wahai Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah (derajat)ku, beri rezekilah aku, beri aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

11. Sujud Kedua

Kemudian lakukan sujud kedua seperti sujud pertama, dan setelah itu berdirilah untuk melaksanakan rakaat kedua dengan mengucapkan takbir. Lakukan gerakan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama, tetapi kali ini tidak perlu membaca doa iftitah lagi. Setelah menyelesaikan rakaat kedua, duduklah untuk melaksanakan tasyahud.

Baca juga: Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat Beserta Tata Caranya

12. Tahiyat atau Tasyahud

Setelah melakukan sujud kedua pada rakaat kedua, kemudian duduklah dan bacalah doa tasyahud atau tahiyat. Pada saat membaca bacaan, “Asyadu Alla Ilaaha Illa-llaah (الشَّهَادَةُ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ),” tangan kanan dikepalkan dengan jari telunjuk ditegakkan. Tasyahud terdiri dari dua macam, yaitu tasyahud awal dan tasyahud akhir. Tasyahud awal dibaca setelah menyelesaikan sholat dua rakaat. Sementara tasyahud akhir dibaca sebelum memberikan salam.

Tahiyat Awal

Duduk tahiyat awal ini dilaksanakan pada rakaat kedua, caranya telapak kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki dan membaca,

التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النبي ورحمة الله وبركاته السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين. أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا رَسُولُ الله. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

“At-tahiyyaatul mubaaraaktush-shalawaatuth thayyibaa- tu li-llaah. assalaamu’alaika ayyuhan-nabiyyu warahma- tullaahi wabarakaatuh. as-salaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaa- di-llaahish-shaalihiin. asyhadu allaa ilaaha illa-llaah. wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. allaahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammad.wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad,”

Artinya: Segala kehormatan, berkah, shalawat dan kebaikan milik Allah. Semoga kesejahteraan selalu bagi engkau wahai Nabi Muhammad, serta rahmat dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan selalu bagi kami dan para hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, beri limpahan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.

Tahiyat Akhir

Duduk tahiyat akhir dilaksanakan dengan cara kaki kiri dimasukkan ke dalam kaki kanan,

التحياتُ الْمُباركات الصلوات الطيباتُ لِلَّهِ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النبي ورحمة الله وبركاتُهُ السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا مُحَمَّد كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سیدنا ابراهيم وعلى آل سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما بركت علَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل سيدنا ابراهيم في العالمين إنك حميد مجيد .

“At-Tahiyyatu al-mubarakatu as-salawatu at-tayyibatu lillahi. As-Salamu ‘alayka ayyuha an-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu. As-Salamu ‘alayna wa ‘ala ‘ibadillahis-salihin. Ashhadu alla ilaha illa Allah, wa ashhadu anna Muhammadan rasul Allah. Allahumma salli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama sallaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim. Wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, fil ‘alamin. Innaka hamidun majid.

Artinya: Salam, keberkahan, doa yang baik bagi Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan juga tercurah atas kami dan atas seluruh hamba-hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami, Muhammad, dan atas keluarga junjungan kami, Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat atas junjungan kami, Ibrahim, dan atas keluarga junjungan kami, Ibrahim, di antara seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

13. Salam

Setelah membaca tasyahud akhir, berikan salam ke kanan dan kiri dengan mengangkat kepala Anda sedikit ke kanan saat mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah” yang berarti “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.” Ini menandai akhir dari Sholat Isya.

Demikianlah penjelasan Tata cara Sholat Isya Empat Rakaat.

Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.