Memasuki pertengahan Februari 2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) gencar menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan . Kabar baiknya, Anda dapat memastikan diri apakah termasuk keluarga penerima manfaat (KPM) dengan melakukan cek desil Bansos Kemensos go id 2026 secara mandiri. Sistem desil saat ini menjadi fondasi utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar lebih tepat sasaran . Jadi, jangan hanya menunggu informasi dari tetangga; yuk, pastikan data kesejahteraanmu sekarang juga!
Mengapa Desil Begitu Penting?
Pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 tingkatan atau desil . Kelompok ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi riil masyarakat, di mana Desil 1 adalah 10 persen penduduk termiskin, dan Desil 10 adalah kelompok terkaya .
Lalu, siapa saja yang berhak? Masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga 4 diprioritaskan untuk menerima PKH. Sementara itu, untuk BPNT (Program Sembako) dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), cakupannya diperluas hingga Desil 5 . Jika desilmu berada di angka 6 ke atas, kemungkinan besar kamu tidak akan menerima bansos karena dinilai sudah mampu secara ekonomi .
Cara Cek Desil Bansos Kemensos 2026 via HP dan Laptop
Kabar gembiranya, mengecek status desil dan bansos kini sangat mudah. Kamu tidak perlu repot datang ke kantor desa atau dinas sosial. Cukup siapkan KTP dan ikuti panduan berikut.
1. Pengecekan Cepat Melalui Website Resmi
Ini adalah metode tercepat karena kamu tidak perlu registrasi terlebih dahulu. Cukup akses laman resmi melalui browser di ponsel atau laptopmu .
- Buka Link situs https://cekbansos.kemensos.go.id/ .
- Masukkan data wilayahmu secara lengkap dan berurutan, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan. Pastikan data ini sesuai dengan yang tertera di KTP-mu .
- Ketik nama lengkapmu sesuai KTP pada kolom “Nama Penerima Manfaat (PM)”. Perhatikan penulisan huruf kapital dan spasi agar sama persis dengan dokumen resmi .
- Masukkan kode captcha yang muncul di layar. Jika kode kurang jelas, kamu bisa mengklik ikon refresh untuk mendapatkan kode baru .
- Klik tombol “Cari Data”. Sistem akan memproses informasi dan menampilkan hasilnya dalam beberapa detik .
Bila namamu terdaftar, layar akan menampilkan jenis bantuan yang diterima (PKH, BPNT, atau keduanya), status penyaluran, serta periode pencairannya. Ini tandanya kamu termasuk dalam kelompok desil yang berhak menerima bansos . Namun, bila muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”, artinya namamu belum terdaftar sebagai penerima di wilayah tersebut .
2. Pengecekan Melalui Aplikasi Cek Bansos
Bagi kamu yang ingin melakukan pemantauan rutin atau bahkan mengusulkan data, aplikasi “Cek Bansos” adalah solusi tepat. Aplikasi resmi ini bisa diunduh gratis di Google Play Store (Android) dan App Store (iOS) .
Panduan Registrasi dan Cek Data:
- Kamu mengunduh aplikasi dengan pengembang “Kementerian Sosial Republik Indonesia” .
- Klik tombol ‘Buat Akun Baru’. Isi data diri secara lengkap, meliputi Nomor KK, NIK, nama lengkap, alamat sesuai KTP, serta alamat email dan nomor HP aktif .
- Ambil foto e-KTP dan swafoto (selfie) sambil memegang KTP, lalu unggah dokumen tersebut.
- Cek kotak masuk emailmu dari Kemensos untuk melakukan verifikasi dan aktivasi akun .
- Setelah akun aktif, login ke aplikasi. Pada halaman utama, pilih menu “Cek Bansos” . Masukkan data wilayah dan nama lengkap, lalu klik “Cari Data”. Hasilnya akan muncul seperti pada versi website .
- Dengan login, kamu bisa melihat riwayat bantuan, mendapatkan notifikasi, dan menggunakan fitur “Usul” atau “Sanggah” jika ada data yang tidak sesuai .
Apa Arti Status Desilmu?
Saat melakukan pengecekan, kamu mungkin bertanya-tanya, “Apa arti desil 1, 2, 3, dan seterusnya?” Berikut rincian lengkapnya berdasarkan Keputusan Menteri Sosial :
- Desil 1: Kelompok 10 persen masyarakat dengan kondisi sangat miskin atau miskin ekstrem adalah prioritas utama penerima bansos.
- Desil 2: Kelompok dengan kategori miskin.
- Desil 3: Kelompok kategori hampir miskin.
- Desil 4: Kelompok kategori rentan miskin.
- Desil 5: Kelompok dengan ekonomi pas-pasan atau mulai menuju kelas menengah. Kelompok ini berhak atas BPNT dan PBI JK, tetapi tidak untuk PKH.
- Desil 6 – 10: Kelompok menengah ke atas yang dinilai mampu. Mereka tidak menjadi prioritas penerima bansos .
Jangan Panik Jika Desilmu Tinggi! Lakukan Ini
Data desil bersifat dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) . Bisa saja kondisi ekonominya berubah, atau data yang terekam tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika setelah mengecek, desilmu berada di angka 6-10 padahal kamu merasa membutuhkan, segera lakukan pembaruan data .
Kemensos membuka dua jalur untuk memperbarui data :
- Melalui Aplikasi Cek Bansos (Jalur Mandiri): Login ke aplikasi, lalu pilih menu “Usulkan Pembaruan” atau “Request Pembaruan Data” . Isi formulir dengan lengkap dan jujur sesuai kondisi terkini. Setelah itu, petugas Pendamping Sosial akan melakukan survei ke rumahmu untuk memverifikasi data .
- Datang ke Operator SIKS-NG Desa/Kelurahan (Jalur Formal): Kunjungi kantor desa atau kelurahan setempat. Sampaikan keinginanmu untuk memperbarui data. Bawa serta dokumen pendukung seperti foto KTP, foto rumah tampak luar dan dalam, serta titik koordinat rumah yang bisa kamu dapatkan dari aplikasi peta di HP . Operator akan membantu memasukkan usulan perbaikan datamu ke dalam sistem.
Ingat, keputusan akhir mengenai perubahan desil tetap ditentukan oleh sistem pusat melalui perhitungan algoritma kesejahteraan dan verifikasi data, bukan oleh operator desa .
Bagikan informasi penting ini kepada keluarga, tetangga, atau temanmu yang mungkin masih bingung cara mengecek haknya. Dengan berbagi, kamu ikut membantu memastikan bantuan pemerintah sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Jangan biarkan data yang tidak akurat menghalangi hak seseorang atas bantuan sosial.
Memastikan data desilmu akurat adalah bentuk partisipasi aktif dalam mewujudkan keadilan sosial. Karena bantuan yang tepat sasaran bukan hanya soal angka di sistem, melainkan tentang masa depan keluarga yang lebih cerah.
Baca juga:
- 5 Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan
- Cara Membuat SKTM Online dan Offline
- Cara Mengurus Jasa Raharja Kecelakaan Tunggal: Panduan
- 5 Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan
- Syarat dan Cara Daftar Subsidi LPG 3 Kg
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang dimaksud dengan desil 1 sampai 4?
Desil 1-4 adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, mulai dari miskin ekstrem (desil 1) hingga rentan miskin (desil 4). Kelompok ini menjadi prioritas utama penerima bansos seperti PKH .
2. Bagaimana cara cek bansos menggunakan NIK KTP?
Kamu bisa mengunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Masukkan alamat lengkap dan nama lengkap sesuai KTP. Data NIK akan terintegrasi secara otomatis saat sistem mencocokkan data .
3. Apakah warga desil 6 bisa mendapat bansos?
Umumnya, warga desil 6-10 tidak masuk prioritas penerima bansos karena dianggap mampu . Namun, jika kondisimu berubah atau data tidak sesuai, kamu bisa mengajukan pembaruan data agar dilakukan evaluasi ulang oleh pemerintah .
4. Mengapa tiba-tiba saya tidak dapat bansos padahal dulu dapat?
Bisa jadi karena status desilmu berubah. Data desil diperbarui setiap 3 bulan sekali oleh BPS. Jika kondisi ekonomi membaik, kamu bisa bergeser ke desil yang lebih tinggi dan tidak lagi masuk daftar penerima. Proses ini disebut graduasi .
5. Berapa lama proses pembaruan data desil di aplikasi?
Tidak ada waktu pasti karena tergantung antrean dan jadwal verifikasi petugas di lapangan. Setelah kamu mengajukan usulan melalui aplikasi atau kantor desa, Pendamping Sosial akan melakukan survei. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga satu bulan lebih .




