Manfaat Susu Sapi
Gaya Hidup

15 Manfaat Susu Sapi untuk Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat Susu Sapi – Saat membahas nutrisi alami yang menjadi penyeimbang ideal untuk kebutuhan gizi manusia, susu sapi muncul sebagai pilihan tak tertandingi. Kaya akan protein, kalsium, vitamin, dan mineral esensial, susu sapi bukan hanya minuman sehari-hari, melainkan sumber kebaikan yang mencakup segala aspek kesehatan dan kecantikan.

Kandungan Nutrisi Susu Sapi

Manfaat Susu Sapi untuk Kesehatan
Sumber Gambar: Freepik

Susu sapi, dengan kadar air mencapai 88,3 gram per 100 ml, membawa energi sebanyak 61 kkal. Protein, lemak, dan karbohidrat yang ada masing-masing sebanyak 3,2 g, 3,5 g, dan 4,3 g, menjadikan susu sapi sebagai paket lengkap untuk kebutuhan nutrisi harian.

Dengan kandungan kalsium sebanyak 143 mg, fosfor 60 mg, dan zat besi 1,7 mg, susu sapi menjadi sumber mineral yang vital. Tidak hanya itu, terdapat juga natrium, kalium, dan zinc (seng) dengan perbandingan yang memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh.

Susu sapi juga mengandung vitamin-vitamin penting seperti Retinol (vitamin A) sebanyak 39 mcg, Thiamin (vitamin B1) 0,03 mg, Riboflavin (vitamin B2) 0,18 mg, dan Vitamin C 1 mg. Kehadiran beta-karoten dalam jumlah 12 mcg memberikan tambahan perlindungan bagi tubuh dari radikal bebas.

Manfaat Susu Sapi untuk Kesehatan

Dengan kandungan nutrisi yang luar biasa, tentu susu sapi memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh kita.

1. Mengoptimalkan Fungsi Otak

Studi menunjukkan bahwa susu sapi dapat meningkatkan kadar glutathione pada otak, membantu melindungi otak dari berbagai masalah, termasuk penyakit Alzheimer dan Parkinson.

2. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Protein tinggi dalam susu sapi menjadi pendorong sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin A, asam lemak omega-3, dan berbagai antioksidan juga ikut serta memperkuat perlindungan tubuh dari infeksi dan kerusakan sel.

3. Menjaga Tekanan Darah

Bagi mereka yang berjuang dengan tekanan darah tinggi, susu sapi menjadi penyelamat. Kandungan kaliumnya membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

4. Meningkatkan Kekuatan Tulang

Keberadaan kalsium, fosfor, dan zat besi dalam susu berperan besar dalam membangun dan menjaga kepadatan tulang. Tetapi, hati-hati untuk tidak berlebihan, karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko retaknya tulang.

5. Menyehatkan Kulit

Protein dan asam amino dalam susu sapi berkontribusi pada produksi kolagen, menjadikannya rahasia kecantikan alami. Dengan konsumsi yang tepat, susu dapat membuat kulit tampak segar, bersinar, dan bebas dari masalah kulit.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Asam lemak omega-3 yang terdapat dalam susu sapi adalah sahabat jantung kita. Mereka menjaga fungsi jantung tetap prima. Meski begitu, tetap perlu kebijaksanaan dalam konsumsi, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah jantung.

7. Mempertahankan Kesehatan Mata

Asam lemak omega-3 dalam susu sapi mendukung kesehatan mata, melindungi dari risiko gangguan mata degeneratif. Jaga penglihatan yang tajam dengan memasukkan susu dalam pola makan sehari-hari.

8. Meningkatkan Massa Otot

Protein dalam susu sapi berperan sebagai pilar utama dalam pembentukan dan pemeliharaan otot. Dengan protein berkualitas tinggi, susu sapi mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, memberikan energi yang tak tergantikan.

9. Menjaga Berat Badan

Menggantikan camilan tidak sehat dengan susu dapat menjadi langkah cerdas untuk menjaga berat badan yang sehat. Protein dalam susu membuat Anda merasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan untuk ngemil yang tidak perlu.

10. Menurunkan Risiko Kanker

Penelitian menunujkan bahwa asam lemak omega-3 dan antioksidan seperti beta-karoten dalam susu sapi diyakini dapat melindungi tubuh dari risiko kanker kolorektal, prostat, dan payudara. Inilah perang melawan sel kanker yang tersimpan dalam setiap tegukan susu.

11. Menurunkan Kadar Gula dalam Darah

Terdapat keyakinan bahwa konsumsi susu tidak dianjurkan untuk penderita diabetes. Namun, penelitian menunjukkan bahwa susu dapat membantu menjaga kadar gula darah terkendali, terutama saat dikonsumsi di pagi hari.

12. Meningkatkan Energi dan Kebugaran Tubuh

Susu sapi mengandung magnesium yang memberikan tambahan energi, sementara asam amino membantu meningkatkan stamina tubuh, baik selama maupun setelah berolahraga.

13. Mencegah Depresi

Selain untuk kesehatan fisik, susu juga memiliki manfaat untuk kesehatan mental. Studi menunjukkan bahwa konsumsi susu rendah lemak dan yogurt berkaitan dengan risiko lebih rendah mengalami gejala depresi.

14. Mempercepat Penyembuhan Luka

Seng, salah satu mineral penting dalam susu sapi, terbukti efektif dalam mendukung proses penyembuhan luka. Jangan anggap remeh, setiap tetes susu dapat membawa lebih dekat pada penyembuhan yang cepat dan efektif.

15. Mencegah Masalah pada Gigi

Kalsium dan fosfor dalam susu membantu memperbaiki mineral pada gigi dan melindungi enamel. Senyuman terawat dengan baik adalah hasil dari setiap tetesan susu.

Meskipun manfaat susu sapi begitu banyak, kita juga perlu memahami batasannya. Konsumsi susu yang berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti intoleransi laktosa, alergi susu, atau bahkan peningkatan risiko penyakit tertentu. Oleh karena itu, bijaklah dalam menikmati keajaiban kesehatan yang terkandung dalam setiap tetes susu sapi.

Referensi

  1. Magnesium in diet – MedlinePlus. (2019). Retrieved 22 November 2023, from https://medlineplus.gov/ency/article/002423.htm
  2. Can Drinking Too Much Milk Make Your Bones More Brittle? – Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 22 November 2023, from https://health.clevelandclinic.org/can-drinking-too-much-milk-make-your-bones-more-brittle/
  3. WebMD. (2020). Health Benefits of Milk. https://www.webmd.com/food-recipes/ss/slideshow-milk-benefits
  4. Ansharieta, R. (2019). Universitas Airlangga UNAIR News. Apakah Susu Segar Lebih Baik Dikonsumsi Dibandingkan dengan Susu Pasteurisasi? https://www.unair.ac.id/site/article/read/1855/uns-kuliah-umum-analis-sistem-pakar-dalam-diagnosis-kanker-payudara.html
  5. Kung, B., Anderson, G., Paré, S., Tucker, A., Vien, S., Wright, A., & Goff, H. (2018). Effect of milk protein intake and casein-to-whey ratio in breakfast meals on postprandial glucose, satiety ratings, and subsequent meal intake. Journal Of Dairy Science, 101(10), 8688-8701. https://doi.org/10.3168/jds.2018-14419
  6. Lin, P., Sermersheim, M., Li, H., Lee, P., Steinberg, S., & Ma, J. (2017). Zinc in Wound Healing Modulation. Nutrients, 10(1), 16.
  7. Cui, Y., Huang, C., Momma, H., Ren, Z., Sugiyama, S., & Guan, L., et al. (2017). Consumption of low-fat dairy, but not whole-fat dairy, is inversely associated with depressive symptoms in Japanese adults. Social Psychiatry And Psychiatric Epidemiology, 52(7), 847-853. https://doi.org/10.1007/s00127-016-1333-1
Bambang Niko Pasla

A seasoned writer in the fields of industry, business, and technology. Enjoys sports and traveling activities.